Komplotan Penculik Kacab Bank BRI Diduga Pernah Bobol Bank Ratusan Miliar

Rabu, 17 September 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengacara Boyamin Saiman memberikan keterangan pers soal dugaan komplotan pelaku pembunuhan Kacab Bank BRI yang pernah membobol bank lain. Dok-Istimewa

Pengacara Boyamin Saiman memberikan keterangan pers soal dugaan komplotan pelaku pembunuhan Kacab Bank BRI yang pernah membobol bank lain. Dok-Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pengacara keluarga korban penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BRI, Mohamad Ilham Pradipta (37), Boyamin Saiman, menduga para pelaku sudah berpengalaman.

Ia menilai komplotan itu pernah membobol bank lain dengan kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Boyamin mengungkap hasil pelacakannya dalam dua hari terakhir. Menurutnya, ada indikasi kuat kelompok ini sudah beberapa kali beraksi.

Baca Juga :  BMKG: Potensi Hujan Ekstrem di Pulau Jawa - Bali Saat Nataru 2025, Warga Diminta Pantau Cuaca

“Nilainya bahkan mencapai ratusan miliar. Jadi kami ragu kalau mereka hanya menyasar rekening dormant,” ujarnya di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Selain itu, Boyamin menekankan rekening dormant biasanya hanya berisi saldo kecil, misalnya tabungan pensiunan atau rekening pasif. Karena itu, ia menilai tidak masuk akal bila pelaku hanya menargetkan jenis rekening tersebut.

Sebaliknya, ia menduga komplotan ini membidik rekening bernilai besar. “Kalau kami lihat, target mereka rekening besar. Dan biasanya rekening itu ada di kantor-kantor cabang Jakarta,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Tawuran, 7 Pemuda Bersenjata Celurit Diciduk di Cengkareng

Tak hanya itu, Boyamin juga menduga sebagian pelaku yang ditangkap polisi bukan pemain baru. Mereka disebut pernah terlibat kasus pembobolan bank dengan pola serupa.

“Kelompok ini bisa saja satu orang atau lebih, tapi polanya sama: mengandalkan orang dalam untuk membobol bank,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Berita Terbaru

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB