KPK Alihkan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

Minggu, 22 Maret 2026 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya buka suara soal keberadaan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Lembaga antirasuah itu memastikan Yaqut sudah tidak lagi mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Sebagai gantinya, penyidik mengalihkan status penahanannya menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026) malam.

Fakta ini sekaligus menjawab teka-teki absennya Yaqut dalam Salat Idulfitri 1447 H di lingkungan KPK.

KPK Tegaskan Pengalihan Penahanan Sudah Sesuai Aturan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan keputusan tersebut diambil setelah melalui proses hukum yang berlaku.

Menurutnya, pengalihan ini bermula dari permohonan pihak keluarga yang diajukan sejak 17 Maret 2026. Selanjutnya, penyidik menelaah permintaan tersebut sebelum akhirnya mengabulkannya.

Lebih lanjut, KPK memastikan kebijakan ini mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang KUHAP terbaru, sehingga tetap berada dalam koridor hukum.

Baca Juga :  Arus Mudik Lebaran 2026, Korlantas: Delay System hingga Buffer Zone di Pelabuhan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski statusnya berubah, KPK tidak melepas pengawasan terhadap Yaqut. Sebaliknya, lembaga tersebut tetap melakukan kontrol ketat selama masa tahanan rumah berlangsung.

Budi menegaskan, pengawasan dilakukan secara melekat guna memastikan proses penyidikan tetap berjalan tanpa hambatan.

Dengan demikian, langkah ini bersifat sementara dan bisa berubah sesuai kebutuhan penyidikan.

Sementara itu, para tahanan KPK tetap melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu (21/3/2026).

Sejumlah nama terlihat mengikuti ibadah tersebut, mulai dari Sudewo, Ade Kuswara Kunang, hingga mantan staf khusus Yaqut, Ishfah Abidal Aziz.

Selain itu, tampak pula Irvian Bobby Mahendro, Ardito Wijaya, dan Nurhadi.

Namun, dari deretan tahanan tersebut, nama Yaqut tidak terlihat sama sekali.

Baca Juga :  Viral! Minta Paksa Rp 100.000, Polisi Tangkap Juru Parkir Liar di Tanah Abang

Sempat Jadi Tanda Tanya, Istri Tahanan Ungkap Fakta

Di sisi lain, absennya Yaqut sempat memicu tanda tanya di kalangan tahanan. Bahkan, Silvia Rinita Harefa ikut angkat bicara.

Ia mengungkapkan bahwa Yaqut sudah tidak terlihat sejak Kamis malam. Awalnya, Yaqut disebut dijemput untuk menjalani pemeriksaan.

Namun, hingga pelaksanaan Salat Id berlangsung, Yaqut tak kunjung kembali ke Rutan KPK. Kondisi ini sempat memicu spekulasi di antara para tahanan.

Kini, misteri tersebut akhirnya terjawab. KPK memastikan Yaqut telah menjalani tahanan rumah sejak 19 Maret 2026.

Dengan pengalihan ini, proses hukum terhadap Yaqut tetap berjalan, namun dengan skema pengawasan berbeda. KPK pun menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menlu Araghchi Tolak Gencatan Senjata Sementara dan Tuntut Ganti Rugi
200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan
Aksi Nekat Pencuri Motor di Hari Raya Berujung Amuk Warga di Mundu Cirebon
Trump Justifikasi Perang Iran, Jepang Merasa Dilecehkan
Mencekam! Warga Temukan Potongan Tubuh dalam Karung Saat Lebaran, Polisi Buru Pelaku
Cuaca Hari Ini: Jabodetabek Berpotensi Hujan, Sejumlah Kota Waspada Cuaca Ekstrem
Skandal Predator Digital: Programmer Roblox Ditangkap atas 40 Dakwaan Pornografi Anak
Jakarta Diserbu Pendatang Usai Lebaran 2026, Pramono Anung: Wajib Lengkapi Administrasi

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:01 WIB

Menlu Araghchi Tolak Gencatan Senjata Sementara dan Tuntut Ganti Rugi

Minggu, 22 Maret 2026 - 07:00 WIB

200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Minggu, 22 Maret 2026 - 06:23 WIB

Aksi Nekat Pencuri Motor di Hari Raya Berujung Amuk Warga di Mundu Cirebon

Minggu, 22 Maret 2026 - 06:08 WIB

Trump Justifikasi Perang Iran, Jepang Merasa Dilecehkan

Minggu, 22 Maret 2026 - 06:07 WIB

Mencekam! Warga Temukan Potongan Tubuh dalam Karung Saat Lebaran, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Ilustrasi, Kembalinya Washington ke Afrika Barat. Militer Amerika Serikat mengerahkan drone MQ-9 dan 200 personel di Bauchi guna memberikan dukungan intelijen bagi militer Nigeria dalam menghadapi lonjakan serangan ISIS dan Al-Qaeda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Minggu, 22 Mar 2026 - 07:00 WIB

Luka sejarah yang terbuka kembali. Presiden Donald Trump memicu kemarahan publik Jepang setelah menggunakan narasi serangan Pearl Harbor 1941 untuk membela keputusannya menyerang Iran tanpa pemberitahuan kepada sekutu. Dok: Reuters.

INTERNASIONAL

Trump Justifikasi Perang Iran, Jepang Merasa Dilecehkan

Minggu, 22 Mar 2026 - 06:08 WIB