KPK Selidiki Dugaan Korupsi Layanan Haji: Harga Mahal, Fasilitas Jauh dari Masjidil Haram

Jumat, 21 November 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung KPK saat penyidik menangani kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Kementerian Agama. (Posnews/KPK)

Gedung KPK saat penyidik menangani kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Kementerian Agama. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Orang yang sudah bermental korupsi akan melakukan kecurangan di mana pun ia bekerja. Bahkan ibadah umat Muslim pun bisa ia jadikan sasaran ketika ada kesempatan.

Ini-lah yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan korupsi dalam layanan ibadah haji di lingkungan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Penyidikan ini memanas karena Indonesia diduga membayar harga layanan haji jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain, padahal kualitas yang diterima jemaah justru kalah.

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan langsung perbedaan biaya yang bikin alis terangkat.

Baca Juga :  Kapal Layanan Kesehatan Diharapkan Mempermudah Masyarakat Kepulauan Seribu

“Jemaah haji dari Indonesia ada, Singapura ada, Malaysia ada, Jepang ada. Semua satu hamparan. Tapi harganya beda. Silakan dicek,” ujar Asep dikutip, Jumat (21/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menegaskan, biaya layanan haji Indonesia tembus puluhan hingga ratusan juta, jauh di atas negara tetangga.

“Di Indonesia berapa puluh juta, eh berapa ratus juta. Di Singapura berapa puluh juta, di Malaysia berapa puluh juta. Silakan bandingkan,” lanjutnya.

Proses Bidding Diduga Bermasalah

Menurut Asep, seluruh negara memang melakukan bidding untuk layanan terbaikmulai dari penginapan, katering, hingga transportasi. Harga yang lebih mahal biasanya membuat jemaah makin dekat dengan Masjidil Haram.

Baca Juga :  Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Produksi Beras Tidak Sesuai Standar Mutu

Namun, fakta di lapangan justru berkebalikan.

“Makin dekat ke Masjidil Haram makin mahal. Pertanyaannya, dengan biaya yang lebih mahal, kenapa tempat tinggalnya lebih jauh?” tegas Asep. “Itu yang sedang kita dalami.

Dugaan kuat mengarah pada ketidakwajaran proses pengadaan layanan. KPK menilai ada potensi permainan harga hingga dugaan korupsi dalam pengelolaan dana haji.

Penyidikan kini masuk tahap pendalaman dokumen dan penelusuran aliran biaya. Keputusan selanjutnya bergantung temuan tim investigasi KPK.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awal Puasa Ramadan 1447 H Diprediksi 18 atau 19 Februari, BMKG dan BRIN Jelaskan Hilal
12 Kapal Perikanan Mangkrak Diangkut Ditpolairud, Pelabuhan Muara Angke Jadi Lebih Tertib
Kunjungan PM Australia Anthony Albanese ke Indonesia, Pengalihan Lalu Lintas Jakarta 5–7 Februari
Waspada Hujan Lebat Jabodetabek 5–6 Februari 2026, BMKG Keluarkan Status Siaga
Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam
OTT Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas – Mantan Pejabat Eselon II Diamankan
Densus 88 Bongkar Aksi Kekerasan Siswa SMP Sungai Raya, 5 Gas Portabel dan 6 Molotov Disiapkan
Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:11 WIB

Awal Puasa Ramadan 1447 H Diprediksi 18 atau 19 Februari, BMKG dan BRIN Jelaskan Hilal

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:53 WIB

12 Kapal Perikanan Mangkrak Diangkut Ditpolairud, Pelabuhan Muara Angke Jadi Lebih Tertib

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:23 WIB

Kunjungan PM Australia Anthony Albanese ke Indonesia, Pengalihan Lalu Lintas Jakarta 5–7 Februari

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:01 WIB

Waspada Hujan Lebat Jabodetabek 5–6 Februari 2026, BMKG Keluarkan Status Siaga

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:29 WIB

Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam

Berita Terbaru