KPK Selidiki Dugaan Korupsi Layanan Haji: Harga Mahal, Fasilitas Jauh dari Masjidil Haram

Jumat, 21 November 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Orang yang sudah bermental korupsi akan melakukan kecurangan di mana pun ia bekerja. Bahkan ibadah umat Muslim pun bisa ia jadikan sasaran ketika ada kesempatan.

Ini-lah yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan korupsi dalam layanan ibadah haji di lingkungan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Penyidikan ini memanas karena Indonesia diduga membayar harga layanan haji jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain, padahal kualitas yang diterima jemaah justru kalah.

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan langsung perbedaan biaya yang bikin alis terangkat.

Baca Juga :  Kasus Korupsi CSR BI dan OJK, KPK: Idealnya Semua Anggota Komisi XI 2019/2024 Diperiksa

“Jemaah haji dari Indonesia ada, Singapura ada, Malaysia ada, Jepang ada. Semua satu hamparan. Tapi harganya beda. Silakan dicek,” ujar Asep dikutip, Jumat (21/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menegaskan, biaya layanan haji Indonesia tembus puluhan hingga ratusan juta, jauh di atas negara tetangga.

“Di Indonesia berapa puluh juta, eh berapa ratus juta. Di Singapura berapa puluh juta, di Malaysia berapa puluh juta. Silakan bandingkan,” lanjutnya.

Proses Bidding Diduga Bermasalah

Menurut Asep, seluruh negara memang melakukan bidding untuk layanan terbaik—mulai dari penginapan, katering, hingga transportasi. Harga yang lebih mahal biasanya membuat jemaah makin dekat dengan Masjidil Haram.

Baca Juga :  KPK Periksa Rini Soemarno, Bau Busuk Korupsi Jual Beli Gas PGN–IAE Menguat

Namun, fakta di lapangan justru berkebalikan.

“Makin dekat ke Masjidil Haram makin mahal. Pertanyaannya, dengan biaya yang lebih mahal, kenapa tempat tinggalnya lebih jauh?” tegas Asep. “Itu yang sedang kita dalami.

Dugaan kuat mengarah pada ketidakwajaran proses pengadaan layanan. KPK menilai ada potensi permainan harga hingga dugaan korupsi dalam pengelolaan dana haji.

Penyidikan kini masuk tahap pendalaman dokumen dan penelusuran aliran biaya. Keputusan selanjutnya bergantung temuan tim investigasi KPK.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penggerebekan Narkoba Bengkalis: 13 Kg Sabu dan Ratusan Etomidate Disita, 2 Pengedar Dibekuk
Banjir Jakarta Timur 22 Maret 2026: 46 RT Terendam, Air Capai 80 Cm Akibat Hujan Deras
Menlu Araghchi Tolak Gencatan Senjata Sementara dan Tuntut Ganti Rugi
200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan
Aksi Nekat Pencuri Motor di Hari Raya Berujung Amuk Warga di Mundu Cirebon
Trump Justifikasi Perang Iran, Jepang Merasa Dilecehkan
Mencekam! Warga Temukan Potongan Tubuh dalam Karung Saat Lebaran, Polisi Buru Pelaku
KPK Alihkan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:45 WIB

Penggerebekan Narkoba Bengkalis: 13 Kg Sabu dan Ratusan Etomidate Disita, 2 Pengedar Dibekuk

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:26 WIB

Banjir Jakarta Timur 22 Maret 2026: 46 RT Terendam, Air Capai 80 Cm Akibat Hujan Deras

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:01 WIB

Menlu Araghchi Tolak Gencatan Senjata Sementara dan Tuntut Ganti Rugi

Minggu, 22 Maret 2026 - 07:00 WIB

200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Minggu, 22 Maret 2026 - 06:23 WIB

Aksi Nekat Pencuri Motor di Hari Raya Berujung Amuk Warga di Mundu Cirebon

Berita Terbaru

Ilustrasi, Kembalinya Washington ke Afrika Barat. Militer Amerika Serikat mengerahkan drone MQ-9 dan 200 personel di Bauchi guna memberikan dukungan intelijen bagi militer Nigeria dalam menghadapi lonjakan serangan ISIS dan Al-Qaeda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Minggu, 22 Mar 2026 - 07:00 WIB