Kreativitas Produk Indonesia Pikat Buyer Asing, dari Makanan hingga Kosmetik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyaksikan penandatanganan MoU antara eksportir Indonesia dan buyer dari 22 negara pada Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Tangerang. (Posnews/Kemendag)

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyaksikan penandatanganan MoU antara eksportir Indonesia dan buyer dari 22 negara pada Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Tangerang. (Posnews/Kemendag)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Produk Indonesia mendapat peluang memperluas pasar internasional melalui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.

Pada hari pertama pameran, Rabu (14/10/2026), sebanyak 168 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara eksportir Indonesia dan calon pembeli mancanegara mencapai nilai US$13,2 miliar atau sekitar Rp236,09 triliun.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyaksikan penandatanganan kesepakatan tersebut di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerja sama ini melibatkan pembeli dari 22 negara dan membuka peluang bagi produk nasional untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha, kesepakatan itu menjadi kesempatan untuk memperbesar skala bisnis, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan daya saing produk.

Namun, tantangan berikutnya ialah memastikan komitmen dagang tersebut berlanjut menjadi transaksi nyata.

“Penandatanganan MoU di hari pertama TEI ke-41 menjadi penanda dimulainya sinergi antara pelaku usaha Indonesia dan para buyer luar negeri. MoU ini membuktikan produk Indonesia memiliki kualitas yang unggul sehingga diminati dan dipilih pasar luar negeri,” ujar Budi Santoso.

TEI 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Kementerian Perdagangan menargetkan transaksi mencapai US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,34 triliun, dengan melibatkan 1.873 peserta pameran dan menargetkan 30.000 pengunjung.

Antusiasme pasar juga terlihat dari jumlah calon pembeli yang mendaftar. Hingga pembukaan pameran, sebanyak 16.885 buyer telah terdaftar, termasuk 8.092 pembeli internasional dari 134 negara.

Belanda, India, dan Jepang Jadi Pasar Potensial

Budi menyebut Belanda, India, dan Jepang sebagai tiga negara dengan potensi transaksi terbesar di antara 22 negara yang terlibat dalam penandatanganan MoU pada hari pertama.

Kesepakatan tersebut berawal dari penjajakan bisnis atau business matching antara eksportir Indonesia dan calon pembeli luar negeri sebelum pameran berlangsung.

Melalui proses itu, kedua pihak dapat membahas kebutuhan pasar, mengenali karakteristik produk, dan menjajaki bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.

Kementerian Perdagangan mendukung upaya tersebut melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia, atase perdagangan, serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara.

Baca Juga :  Mendag Pastikan Harga Bapok Stabil di Banyumas, Cabai dan Bawang Mulai Turun

Dukungan jaringan perdagangan ini membantu eksportir menemukan calon mitra sekaligus membuka akses ke pasar tujuan.

Dengan persiapan yang matang, pelaku usaha dapat menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan pembeli dan meningkatkan peluang memperoleh pesanan.

Dari sisi komoditas, kesepakatan mencakup produk makanan seperti roti, pastri, kue, biskuit, dan produk roti lainnya.

Selain itu, batu bara, briket dan bahan bakar padat sejenis berbahan batu bara, furnitur beserta bagian-bagiannya, serta kertas dan karton tidak dilapisi juga menyumbang nilai MoU yang besar.

Para pelaku usaha turut menandatangani kesepakatan terkait investasi di sektor jasa. Dengan demikian, peluang TEI tidak hanya terbatas pada perdagangan barang, tetapi juga mencakup pengembangan kerja sama di bidang layanan.

Kreativitas Produk Indonesia Menarik Perhatian Malaysia

Pengalaman jaringan ritel Malaysia, Mydin, memperlihatkan bahwa inovasi dan pemahaman terhadap selera konsumen menjadi faktor penting dalam memperluas pasar ekspor.

Ameer Ali bin Mydin Mohamed, pemilik jaringan hypermarket Mydin, mengapresiasi produk-produk perusahaan Indonesia. Mydin telah menjalin kerja sama dengan Indonesia selama lebih dari 20 tahun.

Menurut Ameer, produsen Indonesia memiliki daya tarik melalui inovasi rasa, pilihan produk yang beragam, dan kemasan yang menarik. Ia juga menilai cita rasa produk Indonesia sesuai dengan selera konsumen Malaysia.

“Menurut saya, penting untuk bisnis menawarkan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang baru sehingga konsumen datang ke kami. Kami melihat Indonesia punya kreativitas ini. Dengan adanya perbedaan, membuat pelanggan lebih dari sekadar puas,” ujar Ameer.

Pengalaman tersebut memberikan inspirasi bagi pelaku usaha nasional untuk terus berinovasi.

Persaingan di pasar global tidak hanya menuntut harga yang kompetitif, tetapi juga kualitas yang konsisten, kemasan yang sesuai, dan kemampuan membaca perubahan selera konsumen.

Dengan pendekatan tersebut, produk Indonesia berpeluang membangun kepercayaan pembeli sekaligus mempertahankan kerja sama dalam jangka panjang.

Azarine dan Nuface Ingin Memperluas Jangkauan Ekspor

Peluang ekspor juga terbuka bagi industri kosmetik nasional. Richard Changay, International Marketing Manager PT Wahana Kosmetika Indonesia (WKI), produsen merek Azarine dan Nuface, menyampaikan bahwa dukungan Kemendag membantu perusahaannya memahami karakteristik pasar Malaysia.

Menurut Richard, diskusi dan masukan mengenai kondisi pasar memberikan bekal bagi perusahaan untuk memasuki pasar Malaysia dengan strategi yang lebih terarah.

Baca Juga :  Alfamidi Cari Lulusan S1 untuk 3 Posisi, Cek Syarat dan Cara Daftar

Selain itu, WKI telah mengikuti sejumlah kegiatan dan pameran dengan dukungan fasilitas dari Kemendag.

“Kami harap, bisnis kami bisa (berjalan) lebih baik, lebih lancar, dan ekspansinya lebih dari pasar yang sudah ada. Kami juga berharap, Kemendag bisa memfasilitasi ekspansi bisnis PT WKI ke pasar internasional lainnya,” ujar Richard.

Pengalaman WKI menunjukkan bahwa akses informasi dan promosi berperan penting dalam mendukung ekspansi bisnis.

Perusahaan perlu memahami karakteristik konsumen, menyiapkan strategi pemasaran, dan memenuhi persyaratan di negara tujuan agar dapat bersaing secara berkelanjutan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor pendukung untuk memperkenalkan merek nasional kepada konsumen mancanegara.

Kemendag Dorong MoU Berlanjut Menjadi Transaksi

Budi menegaskan bahwa Kemendag akan mendorong realisasi kesepakatan agar kerja sama antara eksportir Indonesia dan pembeli luar negeri berlangsung secara berkelanjutan.

“Penandatanganan MoU di hari pertama TEI ke-41 menjadi awal yang baik bagi eksportir Indonesia dan buyer untuk saling bekerja sama dan membangun peluang saling menguntungkan. Kementerian Perdagangan akan memastikan agar MoU ini dapat terealisasikan dan semoga kerja sama dapat dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Meski nilai MoU mencapai US$13,2 miliar, angka tersebut merupakan nilai komitmen kerja sama dan tidak otomatis berarti seluruh transaksi telah terealisasi.

Para pihak masih perlu menindaklanjuti kesepakatan melalui kontrak, kesiapan produksi, pemenuhan spesifikasi, pengiriman barang, dan pembayaran sesuai perjanjian.

Oleh sebab itu, keberhasilan TEI tidak cukup diukur dari jumlah kesepakatan atau besarnya nilai yang diumumkan.

Realisasi pesanan, pertumbuhan ekspor, perluasan pasar, dan keberlanjutan hubungan bisnis juga menjadi ukuran penting.

Pameran yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 ini memberi kesempatan kepada eksportir untuk memperkenalkan produk, menemukan mitra baru, dan membangun jaringan perdagangan internasional.

Pada akhirnya, peluang ekspor akan memberikan manfaat lebih besar apabila pelaku usaha mampu menjaga mutu, memenuhi kebutuhan pembeli, dan menepati komitmen bisnis.

Dengan konsistensi tersebut, produk Indonesia berpeluang tidak hanya menarik perhatian pasar dunia, tetapi juga memperoleh kepercayaan untuk kerja sama jangka panjang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anak Muda Mau Mulai Bisnis? Mendag Ungkap Peluang Waralaba hingga Pasar Global
Jangan Asal Mengejar Cuan, Pemerintah Blokir 812 Situs Trading Ilegal
Kopi, Teh dan Kakao Indonesia Siap Serbu Pasar Global di TEI 2026
HPE Emas Turun 3,5 Persen Awal Oktober 2026, Ini Penyebabnya
Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kemendag Dorong UMK Naik Kelas
Mendag Busan ke AS, 4 Isu Perdagangan Global Jadi Sorotan di G20
Lowongan Kerja Sinar Mas September 2026, SMA hingga S2 Bisa Daftar
Wamendag Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas, Bukan Cuma Jual Makanan Enak

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Kreativitas Produk Indonesia Pikat Buyer Asing, dari Makanan hingga Kosmetik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:12 WIB

Anak Muda Mau Mulai Bisnis? Mendag Ungkap Peluang Waralaba hingga Pasar Global

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Jangan Asal Mengejar Cuan, Pemerintah Blokir 812 Situs Trading Ilegal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Kopi, Teh dan Kakao Indonesia Siap Serbu Pasar Global di TEI 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:12 WIB

HPE Emas Turun 3,5 Persen Awal Oktober 2026, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru