Mendag Pastikan Harga Bapok Stabil di Banyumas, Cabai dan Bawang Mulai Turun

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Manis Banyumas, Jawa Tengah, Kamis 25 Juni 2026. (Posnews/Ist)

Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Manis Banyumas, Jawa Tengah, Kamis 25 Juni 2026. (Posnews/Ist)

BANYUMAS, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pemerintah terus menjaga pasokan dan stabilitas harga bahan pokok (bapok) di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan komitmen tersebut usai meninjau Pasar Manis, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Hasil pemantauan menunjukkan pedagang dan distributor menjaga pasokan bapok tetap aman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, mayoritas harga komoditas strategis masih bergerak dalam kisaran Harga Acuan (HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang pemerintah tetapkan.

“Harga bapok relatif baik. Harga bawang merah dan cabai juga mulai turun. Karena itu, pemerintah bersama pemerintah daerah akan terus menjaga pasokan dan stabilitas harga,” ujar Budi Santoso.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Banyumas Sadewo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyumas Gatot Eko Purwadi, Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto, serta Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mendampingi Mendag.

Harga Beras dan MINYAKITA Tetap Stabil

Tim Kemendag mencatat harga beras medium bertahan di Rp13.500 per kilogram atau sesuai HET wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, Bulog menjual beras SPHP seharga Rp12.000 per kilogram, lebih rendah dari HET Rp12.500 per kilogram.

Baca Juga :  Nobar Final Piala Dunia 2026, Polisi Larang Bawa Miras hingga Petasan

Di sisi lain, pedagang menjual MINYAKITA sesuai HET Rp15.700 per liter. Pedagang juga menjual gula pasir sesuai Harga Acuan sebesar Rp17.500 per kilogram.

Untuk komoditas hortikultura, pedagang menjual cabai merah keriting sekitar Rp45.000 per kilogram, cabai merah besar Rp50.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram.

Pemerintah Jaga Kepentingan Petani dan Konsumen

Budi Santoso menegaskan pemerintah tidak hanya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat, tetapi juga melindungi pendapatan petani dan peternak.

“HET dan harga acuan menjadi titik temu antara produsen dan konsumen. Jika harga terlalu rendah, peternak merugi. Sebaliknya, jika terlalu tinggi, konsumen terbebani,” jelasnya.

Namun, Mendag masih menyoroti harga telur ayam ras dan daging ayam ras yang berada di bawah Harga Acuan.

Saat ini pedagang menjual telur ayam ras Rp25.000–Rp26.000 per kilogram dan daging ayam ras Rp35.000–Rp36.000 per kilogram.

Karena itu, Kemendag berkoordinasi dengan asosiasi hotel, restoran, kafe, dan ritel modern untuk meningkatkan penyerapan produk peternakan.

“Kami mendorong berbagai sektor menyerap telur dan daging ayam agar harga di tingkat peternak kembali stabil,” kata Budi.

Kemendag Pantau Harga Setiap Hari

Kemendag terus memantau perkembangan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk menjaga stabilitas pasar.

Baca Juga :  Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah

Saat ini, sekitar 550 kontributor di 514 kabupaten dan kota mencatat serta melaporkan harga bapok setiap hari.

Pemerintah menggunakan data tersebut sebagai dasar mengambil langkah cepat saat terjadi gejolak harga atau pasokan.

Salah satu pedagang Pasar Manis, Tyas, memastikan pasokan MINYAKITA di kiosnya selalu tersedia tanpa kendala distribusi.

Menurutnya, Bulog rutin memasok MINYAKITA dan ia menjualnya sesuai HET Rp15.700 per liter.

Ia berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga agar aktivitas perdagangan tetap berjalan lancar.

“Pasokan aman dan stok selalu tersedia. Semoga harga tetap stabil sehingga pedagang dan pembeli sama-sama nyaman,” ujarnya.

Pasar Manis Jadi Barometer Harga Banyumas

Pasar Manis menjadi salah satu pusat perdagangan bahan pokok sekaligus barometer harga pangan di Banyumas dan sekitarnya.

Kemendag merevitalisasi pasar berstatus Standar Nasional Indonesia (SNI) itu pada 2016.

Setiap hari, sekitar 150 pedagang beraktivitas di pasar tiga lantai tersebut dan menggerakkan distribusi bahan pokok bagi masyarakat Banyumas.

Melalui pasokan yang aman dan harga yang stabil, pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku usaha di berbagai daerah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi VI DPR Setujui 4 Perjanjian Dagang, Mendag Bidik Pasar Ekspor Baru
Indonesia dan Chile Perluas Akses Pasar, Forum Bisnis Jadi Sorotan
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Produk Kosmetik Indonesia Laris di Filipina, Potensi Transaksi Tembus Rp26,35 Miliar
Harga Patokan Ekspor Emas Turun Jadi USD131.839 per Kilogram
Kopi hingga Kakao Indonesia Jadi Primadona di Korea Import Expo 2026
Putusan WTO DS622 Jadi Modal Indonesia Perjuangkan Akses Ekspor ke Uni Eropa

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:08 WIB

Komisi VI DPR Setujui 4 Perjanjian Dagang, Mendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Senin, 20 Juli 2026 - 20:47 WIB

Indonesia dan Chile Perluas Akses Pasar, Forum Bisnis Jadi Sorotan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:28 WIB

Produk Kosmetik Indonesia Laris di Filipina, Potensi Transaksi Tembus Rp26,35 Miliar

Berita Terbaru