HPE Emas Turun 3,5 Persen Awal Oktober 2026, Ini Penyebabnya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas batangan dan pergerakan harga emas global.
(Posnews/Pagadaian)

Ilustrasi emas batangan dan pergerakan harga emas global. (Posnews/Pagadaian)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Harga emas memasuki awal Oktober 2026 dengan tekanan dari pasar global.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menurunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) emas sebesar 3,5 persen untuk periode 1–14 Oktober 2026.

HPE emas kini ditetapkan USD 139.409,07 per kilogram, turun dari USD 144.469,49 per kilogram pada periode kedua September 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejalan dengan itu, Harga Referensi (HR) emas juga turun menjadi USD 4.336,11 per troy ounce, dari sebelumnya USD 4.493,51 per troy ounce.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1925 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Aturan ini berlaku selama 1–14 Oktober 2026.

Pasar Global Jadi Pemicu

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menjelaskan, penurunan HPE mengikuti pergerakan harga emas selama periode pengumpulan data.

Menurut dia, perubahan tersebut tidak lepas dari dinamika pasar keuangan global. Penguatan nilai tukar mata uang utama dunia dan kenaikan imbal hasil obligasi internasional ikut menekan harga emas.

“Penurunan HPE dan HR emas pada periode pertama Oktober 2026 didorong oleh beberapa faktor seperti menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional,” kata Tommy.

Baca Juga :  Rekomendasi iPhone Rp 4 Jutaan 2025: iPhone 11, SE 2022, dan XR Layak Dibeli

Kondisi ini menarik karena arah pergerakannya berbalik dibandingkan periode kedua September. Saat itu, HPE emas justru naik 1,63 persen menjadi USD 144.469,49 per kilogram.

Kemendag ketika itu mengaitkan kenaikan dengan pelemahan mata uang utama dunia, penurunan imbal hasil obligasi, serta pemotongan suku bunga acuan internasional.

Apa Arti HPE dan HR Emas?

HPE dan HR merupakan angka acuan yang digunakan pemerintah dalam kebijakan perdagangan komoditas pertambangan yang dikenakan bea keluar.

Sederhananya, HPE menjadi salah satu dasar dalam penghitungan nilai ekspor, sedangkan HR menjadi harga referensi yang ditetapkan pemerintah untuk komoditas terkait.

Karena itu, perubahan angka tersebut mencerminkan kondisi harga komoditas selama periode pengumpulan data.

Namun, penurunan HPE tidak otomatis berarti harga emas yang dibeli masyarakat di dalam negeri turun dengan persentase yang sama.

Harga emas ritel tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk harga emas dunia, nilai tukar rupiah, biaya produksi, margin penjual, dan kondisi pasar domestik.

Mengacu Data LBMA

Kemendag tidak menetapkan HPE dan HR secara sembarangan. Pemerintah menggunakan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026: Waspada Hujan dan Petir

Penetapannya juga melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Selain Kemendag dan ESDM, proses tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Perindustrian.

“Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan kementerian dan lembaga terkait,” ujar Tommy.

Bukan Berarti Emas Kehilangan Daya Tarik

Perubahan HPE pada awal Oktober menunjukkan betapa cepat harga emas merespons perubahan kondisi keuangan global.

Ketika mata uang utama menguat dan imbal hasil obligasi naik, daya tarik emas cenderung tertekan karena emas tidak memberikan bunga.

Sebaliknya, ketika ketidakpastian meningkat atau imbal hasil obligasi menurun, emas dapat kembali mendapat dukungan sebagai aset lindung nilai.

Pergerakan HPE sepanjang Agustus hingga Oktober 2026 juga menunjukkan perubahan tersebut. Pada awal September, HPE emas sempat melonjak 7,87 persen sebelum kembali naik 1,63 persen pada paruh kedua September.

Dengan demikian, angka HPE dan HR periode pertama Oktober bukan sekadar perubahan harga di atas kertas.

Angka tersebut ikut menggambarkan bagaimana kebijakan perdagangan Indonesia merespons perubahan pasar emas dunia secara berkala. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kemendag Dorong UMK Naik Kelas
Mendag Busan ke AS, 4 Isu Perdagangan Global Jadi Sorotan di G20
Lowongan Kerja Sinar Mas September 2026, SMA hingga S2 Bisa Daftar
Wamendag Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas, Bukan Cuma Jual Makanan Enak
Produk UMKM Pilihan BuSan Kini Masuk Tokopedia dan TikTok Shop
Anggaran Kemendag 2027 Naik Jadi Rp1,56 Triliun, Ini Program Prioritasnya
Alfamidi Cari Lulusan S1 untuk 3 Posisi, Cek Syarat dan Cara Daftar
Lowongan Kerja RS PELNI September 2026, Buka 2 Posisi untuk Lulusan D3

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:12 WIB

HPE Emas Turun 3,5 Persen Awal Oktober 2026, Ini Penyebabnya

Rabu, 30 September 2026 - 08:24 WIB

Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kemendag Dorong UMK Naik Kelas

Selasa, 29 September 2026 - 06:23 WIB

Mendag Busan ke AS, 4 Isu Perdagangan Global Jadi Sorotan di G20

Senin, 28 September 2026 - 06:24 WIB

Lowongan Kerja Sinar Mas September 2026, SMA hingga S2 Bisa Daftar

Minggu, 27 September 2026 - 06:34 WIB

Wamendag Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas, Bukan Cuma Jual Makanan Enak

Berita Terbaru