KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, 400 Prajurit Disiapkan

Kamis, 24 September 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KRI Sriwijaya-100 resmi masuk jajaran TNI AL setelah prosesi pengibaran Merah Putih di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara.
(Posnews/Inews)

KRI Sriwijaya-100 resmi masuk jajaran TNI AL setelah prosesi pengibaran Merah Putih di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Posnews/Inews)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sejarah baru TNI Angkatan Laut (AL) dimulai di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).

Kapal induk pertama Indonesia resmi menyandang nama KRI Sriwijaya-100 setelah sebelumnya menjadi kapal perang Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi.

Prosesi reflagging ditandai dengan turunnya bendera Italia dan berkibarnya Sang Merah Putih di atas dek kapal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan KRI Sriwijaya-100 masuk jajaran TNI AL sekaligus mengukuhkan Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan sebagai komandannya.

Bagi Indonesia, masuknya KRI Sriwijaya-100 bukan sekadar pergantian bendera dan nama.

Kapal tersebut menjadi bagian baru dalam kekuatan armada TNI AL dan memiliki kemampuan mendukung operasi penerbangan dari geladaknya.

Sebelum tiba di Jakarta, kapal eks Italia itu menempuh perjalanan sekitar 6.870 mil laut selama 25 hari menuju Indonesia.

KRI Sriwijaya-100 Belum Langsung Digeber Penuh

Meski sudah resmi menjadi bagian dari TNI AL, kapal tersebut belum serta-merta menjalankan seluruh kemampuan operasionalnya.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kondisi kapal masih sangat baik dan siap dioperasikan.

Namun, TNI AL perlu menyesuaikan sejumlah sistem agar seluruh perangkat kapal sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kondisi kapal seperti yang bapak-bapak ibu-ibu sudah lihat ke dalam, kondisinya masih sangat baik, siap operasional,” kata Ali seusai prosesi reflagging di Tanjung Priok, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga :  Mengapa Kasus YTR Belum Disebut Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan

Salah satu pekerjaan penting menyangkut sistem komunikasi.

Perangkat komunikasi bawaan kapal menggunakan standar NATO. Karena itu, TNI AL perlu memasang sistem komunikasi yang sesuai dengan sistem Indonesia sebelum kapal menjalankan penugasan secara penuh.

“Peralatan komunikasi yang punya Italia itu kan versi NATO. Mereka tidak akan menggunakan atau memberikan itu kepada kita, kepada yang lain selain NATO, maka kita menggunakan versi kita sendiri,” ujar Ali.

Retrofit Bisa Memakan Waktu 4-5 Bulan

TNI AL juga menyiapkan proses retrofit atau modernisasi kapal. Proses tersebut mencakup perbaikan, penyesuaian, dan pemasangan sejumlah sistem agar kapal memenuhi kebutuhan operasional TNI AL.

Waktu yang dibutuhkan diperkirakan sekitar empat hingga lima bulan. Namun, keputusan apakah retrofit dilakukan lebih dahulu atau KRI Sriwijaya-100 langsung menjalankan penugasan masih menunggu arahan lebih lanjut.

Dengan kata lain, status kapal memang sudah resmi masuk armada Indonesia, tetapi kesiapan operasional penuh tetap membutuhkan tahapan.

Hal tersebut penting karena pengoperasian kapal berukuran besar dengan berbagai sistem penerbangan dan komunikasi membutuhkan kesiapan personel, perangkat, serta prosedur yang terintegrasi.

400 Prajurit TNI AL Disiapkan

Di sisi lain, TNI AL telah menyiapkan sumber daya manusia untuk mengawaki kapal induk tersebut.

Ali menyebut sekitar 400 prajurit TNI AL akan menjadi bagian dari pengawak KRI Sriwijaya-100. Sebagian personel juga masih menjalani proses belajar dan pelatihan.

“Pengawakan juga sudah full oleh Angkatan Laut Indonesia, oleh TNI Angkatan Laut. Ada sejumlah 400 kru dan nantinya mereka juga sambil belajar, karena yang belajar pertama hanya 100 orang,” kata Ali.

Baca Juga :  Redenominasi Masuk Rencana Kemenkeu, BI dan Istana Kompak: Masih Jauh!

Pelatihan menjadi bagian penting karena karakter kapal dan sistem operasionalnya berbeda dari kapal perang yang selama ini dioperasikan TNI AL.

Tak Hanya untuk Pertahanan

KRI Sriwijaya-100 juga diproyeksikan memiliki peran dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk mendukung penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.

TNI AL sebelumnya menyebut kapal tersebut memiliki fasilitas penerbangan untuk mendukung pengoperasian helikopter dan drone.

Kemampuan itu dapat menjadi salah satu pendukung ketika Indonesia menghadapi bencana di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Fungsi tersebut relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau.

Dalam situasi bencana, kapal dengan kemampuan membawa personel, peralatan, serta mendukung operasi udara dapat menjadi salah satu unsur pendukung respons darurat.

Nama Sriwijaya Bukan Sekadar Nama

Pemilihan nama Sriwijaya juga membawa pesan sejarah. KSAL sebelumnya menjelaskan bahwa nama tersebut merujuk pada kerajaan maritim besar di Nusantara yang memiliki pengaruh kuat di kawasan melalui kekuatan lautnya.

Kini, nama tersebut melekat pada kapal induk pertama Indonesia.

Dengan berkibarnya Merah Putih di atas dek KRI Sriwijaya-100, babak baru TNI AL resmi dimulai.

Namun, perjalanan kapal ini menuju kesiapan operasional penuh masih membutuhkan penyesuaian sistem, pelatihan awak, dan proses retrofit.

Bagi para prajurit yang akan mengawakinya, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar membawa kapal pulang ke Indonesia, tetapi memastikan KRI Sriwijaya-100 benar-benar siap menjalankan tugas ketika negara membutuhkannya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman: Segera Dirobohkan
Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri 2027, Tinggal Scan Barcode
Tes DNA Ungkap Identitas Surakman, ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Dipulangkan
Penyelam Tembus Kamar KM Virgo Transport 8, Banyak Jasad Masih Terjebak
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Dampak El Nino Sangat Kuat
HUT TNI ke-81 Digelar Sederhana di Mabes, Banyak Prajurit Tangani Bencana
Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Diburu KPK, Tersebar di Bekasi hingga Bogor
KM Virgo Transport 8: Korban Meninggal Jadi 15, Ada 120 Orang Masih Dicari

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:02 WIB

KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, 400 Prajurit Disiapkan

Kamis, 24 September 2026 - 07:22 WIB

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman: Segera Dirobohkan

Rabu, 23 September 2026 - 16:26 WIB

Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri 2027, Tinggal Scan Barcode

Rabu, 23 September 2026 - 15:51 WIB

Tes DNA Ungkap Identitas Surakman, ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Dipulangkan

Rabu, 23 September 2026 - 07:20 WIB

Penyelam Tembus Kamar KM Virgo Transport 8, Banyak Jasad Masih Terjebak

Berita Terbaru

Donald Trump unjuk keakraban bersama Wali Kota New York Zohran Mamdani. Simak dampaknya terhadap kampanye pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Unjuk Kebersamaan dengan Wali Kota New York

Kamis, 24 Sep 2026 - 13:10 WIB

Donald Trump memuji PM Inggris Andy Burnham dalam pertemuan di PBB. Simak rincian pembahasan AI dan Kepulauan Chagos. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Puji Perdana Menteri Inggris Andy Burnham

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:02 WIB