Laporan Fed New York Ungkap Konsumen AS Tanggung Biaya Terbesar

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dilema moneter di tengah perang. Federal Reserve mempertahankan suku bunga di level 3,5-3,75% saat lonjakan harga minyak akibat konflik Iran mulai mengancam stabilitas ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Dilema moneter di tengah perang. Federal Reserve mempertahankan suku bunga di level 3,5-3,75% saat lonjakan harga minyak akibat konflik Iran mulai mengancam stabilitas ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Federal Reserve Bank of New York merilis laporan krusial pada Kamis (12/2/2026) yang membantah klaim politik mengenai kebijakan perdagangan. Laporan tersebut menegaskan bahwa konsumen dan pelaku usaha Amerika Serikat memikul beban finansial terbesar dari tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Trump.

Hasil riset ini mematahkan narasi yang menyebutkan bahwa negara asing akan membayar biaya pungutan tersebut. Sebaliknya, para eksportir asing tidak menurunkan harga mereka secara signifikan. Oleh karena itu, biaya tambahan tersebut sepenuhnya berpindah ke harga impor yang harus dibayar oleh pembeli domestik di Amerika.

Lonjakan Tarif dan Penyerapan Biaya

Berdasarkan laporan tersebut, tingkat tarif rata-rata di Amerika Serikat melonjak drastis dari 2,6 persen menjadi 13 persen dalam satu tahun terakhir. Angka ini mencerminkan agresivitas kebijakan ekonomi yang bertujuan mendorong produksi dalam negeri.

Namun demikian, data menunjukkan dampak yang sangat timpang. Studi tersebut menemukan bahwa Amerika menyerap 94 persen dampak tarif pada periode Januari hingga Agustus. Angka ini sedikit menurun menjadi 92 persen pada September-Oktober dan mencapai 86 persen pada akhir tahun. Bahkan, riset tersebut mencatat bahwa selama masa jabatan pertama Trump, beban biaya tersebut hampir 100 persen jatuh ke tangan pembeli Amerika karena eksportir asing tetap mempertahankan harga jual mereka.

Baca Juga :  Tumbal Transisi Hijau: Ekonomi Politik di Balik Penutupan Tambang

Proyeksi Harga Konsumen Menurut CBO

Kantor Anggaran Kongres (CBO) juga merilis temuan serupa pekan ini. CBO memperkirakan bahwa tarif yang lebih tinggi mendorong kenaikan harga barang impor secara langsung. Pasalnya, produsen domestik sering kali harus menaikkan harga jual mereka untuk menutupi kenaikan biaya bahan baku impor.

Dalam jangka pendek, CBO memperkirakan pebisnis AS menyerap sekitar 30 persen biaya tarif tersebut. Selain itu, sekitar 70 persen sisanya akan berpindah kepada konsumen melalui label harga yang lebih mahal di rak-rak toko. Sementara itu, eksportir asing hanya menanggung sekitar lima persen dari total biaya kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Gadis Sukabumi Dijual Rp200 Juta, Disekap di China dan Alami Kekerasan Seksual

Pilar Ekonomi dan Ketidakpastian Pasar

Penerapan tarif tetap menjadi pilar utama dalam agenda ekonomi Presiden Trump. Kebijakan ini memiliki misi untuk meningkatkan pendapatan pemerintah, menekan mitra dagang, serta mendorong kembalinya industri manufaktur ke daratan Amerika.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, penyesuaian kebijakan yang terjadi berulang kali justru memicu gejolak pasar yang signifikan. Para pelaku ekonomi kini menghadapi ketidakpastian yang lebih tinggi dalam merencanakan investasi jangka panjang. Dunia usaha mendesak adanya transparansi dan stabilitas kebijakan perdagangan guna mencegah inflasi yang lebih parah di masa depan. Melalui laporan Fed NY ini, perdebatan mengenai siapa yang sebenarnya “menang” dalam perang dagang ini kembali menjadi sorotan utama di Washington.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua KMT Cheng Li-wun Terima Undangan Xi Jinping ke Beijing
Spanyol Boikot Militer AS: Tutup Ruang Udara dan Larang Penggunaan Pangkalan untuk Perang Iran
Misteri Mutilasi Freezer di Bekasi Terbongkar, Motif Ekonomi dan Pelaku Bertambah
Kasus CSR BI-OJK Memanas, KPK Segera Tahan 2 Anggota DPR Satori dan Heri Gunawan
Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Masuk Ranah TNI, Ini Perkembangannya
Trump Izinkan Tanker Minyak Rusia Masuk Kuba di Tengah Krisis
Zelenskyy Klaim Tour Timur Tengah Sukses Amankan Kesepakatan Strategis
Proyek East Wing White House Senilai $400 Juta

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:29 WIB

Ketua KMT Cheng Li-wun Terima Undangan Xi Jinping ke Beijing

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:24 WIB

Spanyol Boikot Militer AS: Tutup Ruang Udara dan Larang Penggunaan Pangkalan untuk Perang Iran

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:20 WIB

Misteri Mutilasi Freezer di Bekasi Terbongkar, Motif Ekonomi dan Pelaku Bertambah

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kasus CSR BI-OJK Memanas, KPK Segera Tahan 2 Anggota DPR Satori dan Heri Gunawan

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:40 WIB

Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Masuk Ranah TNI, Ini Perkembangannya

Berita Terbaru

Misi jembatan perdamaian. Ketua KMT Cheng Li-wun bersiap mengunjungi Tiongkok untuk membuktikan bahwa perang bukan takdir bagi kedua belah pihak selat, di tengah keretakan internal partai soal anggaran pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ketua KMT Cheng Li-wun Terima Undangan Xi Jinping ke Beijing

Selasa, 31 Mar 2026 - 15:29 WIB