Ledakan Guncang Kedubes AS di Oslo: Polisi Buru Pelaku di Tengah Siaga Keamanan Global

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Alarm keamanan regional. Pengeboman sekolah di Jakarta mengungkap tren baru yang mengkhawatirkan: remaja non-kulit putih di Asia Tenggara teradikalisasi oleh ideologi supremasi kulit putih melalui grup Telegram dan algoritma media sosial. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Alarm keamanan regional. Pengeboman sekolah di Jakarta mengungkap tren baru yang mengkhawatirkan: remaja non-kulit putih di Asia Tenggara teradikalisasi oleh ideologi supremasi kulit putih melalui grup Telegram dan algoritma media sosial. Dok: Istimewa.

OSLO, POSNEWS.CO.ID – Sebuah ledakan mengguncang kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo pada Minggu dini hari. Insiden tersebut memicu operasi keamanan besar-besaran di pusat ibu kota Norwegia tersebut.

Pihak kepolisian Oslo mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Meskipun demikian, laporan awal menunjukkan hanya terjadi “kerusakan material kecil” pada salah satu akses masuk gedung. Petugas memastikan tidak ada staf maupun warga sipil yang terluka dalam peristiwa tersebut.

Pencarian Pelaku dan Investigasi Intensif

Kepolisian Norwegia memandang insiden di ruang publik ini sebagai masalah yang sangat serius. Oleh karena itu, otoritas segera mengalokasikan sumber daya besar guna mengusut tuntas kasus ini.

Komandan Polisi, Michael Dellemyr, menyatakan bahwa tim investigasi telah mengidentifikasi indikasi awal mengenai penyebab ledakan. “Tampak bagi kami bahwa ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang,” ujar Dellemyr kepada TV2. Selanjutnya, polisi mengerahkan unit anjing pelacak, pesawat nirawak (drones), dan helikopter untuk menyisir area sekitar gedung kedutaan. Pasukan penjinak bom juga terlihat bersiaga di lokasi kejadian untuk memastikan keamanan lingkungan.

Baca Juga :  Fenomena Trad Wife: Romantisasi Era 1950-an atau Bisnis Konten Berkedok Ibu Rumah Tangga?

Kesaksian Warga: “Tiga Dentuman dan Asap Tebal”

Warga yang menetap di sekitar kedutaan mendeskripsikan suasana mencekam saat ledakan pecah. Edvard (16) mengaku terkejut saat sedang menonton televisi di rumahnya.

“Ibu dan saya awalnya mengira suara itu berasal dari rumah kami sendiri,” ujar Edvard. Namun, ia segera melihat lampu kilat dari jendela dan banyaknya polisi bersenjata otomatis di jalanan. Saksi lain, Kristian Wendelborg Einung, mengeklaim merasakan tiga kali dentuman keras yang membuat tanah bergetar. “Saat kami melintas dengan taksi, jalanan di depan kedutaan sudah tertutup asap sangat tebal seperti kabut,” tambahnya.

Konteks Keamanan dan Hubungan Iran

Insiden di Oslo ini terjadi saat Kedutaan Besar AS di berbagai belahan dunia meningkatkan status kewaspadaan. Pasalnya, militer Amerika Serikat saat ini sedang melancarkan operasi aktif di Iran. Teheran sendiri telah bersumpah untuk menyerang balik target industri dan diplomatik Amerika.

Baca Juga :  Sejarah Pengukuran Kecerdasan: Dari Alat Diagnostik Alfred Binet hingga Lahirnya Skor IQ

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun begitu, Michael Dellemyr menegaskan bahwa polisi belum menemukan bukti keterkaitan langsung antara ledakan di Oslo dengan konflik Timur Tengah. “Kami tidak menghubungkannya dengan konflik tersebut saat ini. Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tersebut,” tegasnya.

Pihak kepolisian kini mengimbau masyarakat yang melakukan pengamatan tidak biasa antara pukul 00.00 hingga 02.00 di area kedutaan untuk segera melapor. Area di sekitar gedung kedutaan kini telah dinyatakan “aman” bagi penduduk dan pejalan kaki. Dunia internasional kini memantau dengan cermat hasil penyelidikan ini guna memastikan apakah ledakan tersebut merupakan tindakan teror terencana atau aksi kriminalitas lokal.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026
Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku
Jasad Pria dengan Luka Tembak di Kepala Ditemukan di Jaksel, Polisi Selidiki Senjata Api
Kasus Suap Terbongkar, KPK Tetapkan 5 Tersangka Termasuk Bupati Rejang Lebong
Program MBG Dievaluasi, 1.512 SPPG Dihentikan Belum Punya Sertifikat Higiene

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:20 WIB

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:17 WIB

Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku

Berita Terbaru

Struktur adalah takdir. Melalui lensa Neo-Realisme Kenneth Waltz, kita memahami bahwa konflik dunia bukan disebabkan oleh sifat jahat manusia, melainkan oleh sistem internasional yang memaksa setiap negara untuk terus waspada demi bertahan hidup. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:20 WIB

Politik adalah cermin manusia. Melalui kacamata Realisme Klasik Hans Morgenthau, kita memahami bahwa konflik global bukan sekadar masalah teknis diplomatik, melainkan manifestasi dari dorongan biologis manusia untuk mendominasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Mar 2026 - 13:19 WIB