BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Waspada aksi pencurian uang nasabah bank kembali marak di kawasan Cikarang Utara, Bekasi. Ada baiknya perusahaan yang hendak mengambil atau menyetor uang ke bank minta bantuan pengawalan kepolisian.
Peristiwa ini terjadi, pada Rabu (19/11/2025) pukul 11.40 WIB. Uang milik PT Adiku senilai Rp 156.182.000 raib digondol pencuri saat mobil yang membawa uang itu berhenti karena ban dibuat kempes di Jl. Industri Utara 2 No.22, Mekarmukti, Cikarang Utara, Bekasi.
Kejadian bermula ketika Saksi Winarni dan Hadi Sukirno mengambil uang perusahaan di Bank Permata Jababeka I, lalu melanjutkan pengambilan uang tambahan di Bank BCA Metro Jababeka II. Total uang yang mereka bawa mencapai Rp 156.182.000.
Saat keduanya menuju kantor PT Adiku, tiba-tiba sebuah mobil box memberi tahu bahwa ban belakang kiri mobil mereka kempes. Karena panik, saksi Hadi menghentikan kendaraan di pinggir jalan.
Saat Ganti Ban Pintu Tak di Kunci
Saksi Hadi kemudian menurunkan ban serep. Sementara itu, saksi Winarni turun sebentar untuk mengambil dongkrak di bawah jok. Selanjutnya, pengemudi menutup pintu depan, tetapi ia tidak mengunci mobil karena fokus mengganti ban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pintu depan ditutup, tapi mobil tidak dikunci karena kami fokus ganti ban.”
Tanpa disadari, seseorang membuka pintu mobil dari sisi pengemudi. Saksi Winarni tidak mendengar suara pintu terbuka maupun tertutup.
Begitu ban serep terpasang, saksi kembali ke mobil dan kaget bukan main. Uang ratusan juta yang disimpan di bawah alas kaki dalam kabin mobil telah hilang digondol pencuri.
Modus yang digunakan pelaku diduga modus ban kempes terencana, di mana pelaku sengaja membuat ban bocor atau memanfaatkan momen berhenti untuk mencuri.
Kasus ini langsung dilaporkan ke Polres Metro Bekasi.
Saksi Djoko Tri Joko ikut memberikan keterangan tambahan.
Penyidik kini mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi dan menelusuri mobil box yang pertama kali memberi informasi ban kempes.
Polisi menduga pelaku sudah mengikuti korban sejak dari bank dan memanfaatkan kelengahan korban saat berhenti. (red)





















