TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Teheran akan terus bertempur melawan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataan resmi pertamanya sejak menggantikan ayahnya, Mojtaba memastikan Selat Hormuz akan tetap tertutup. Langkah ini bertujuan untuk memberikan tekanan ekonomi yang berat kepada pihak lawan.
Beberapa jam kemudian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan tanggapan keras. Melalui konferensi pers pertamanya sejak perang bermula, Netanyahu mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap Khamenei. Ia menyatakan tidak akan menjamin keselamatan nyawa para pemimpin organisasi teroris.
Pesan Perlawanan dari Balik Layar
Pembawa acara televisi negara Iran membacakan pesan Khamenei kepada publik. Hingga saat ini, pemerintah Iran belum merilis foto atau video terbaru sang pemimpin sejak serangan Israel melanda keluarganya. Khamenei mendesak negara-negara tetangga untuk segera menutup pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka.
Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan mengabaikan upaya balas dendam atas kematian para martir. Ia menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai tuas penggerak yang efektif dalam pertahanan Iran. Pejabat Teheran menyebut Khamenei menderita luka ringan akibat serangan udara pada 28 Februari lalu, namun kondisi aslinya masih menjadi misteri.
Serangan Kapal Tanker dan Kenaikan Harga Minyak
Situasi di lapangan semakin memanas dengan aksi pembakaran dua kapal tanker di sebuah pelabuhan Irak. Perahu bermuatan bahan peledak milik Iran menghantam kapal-kapal tersebut hingga menimbulkan bola api raksasa di langit Basra. Serangan ini menjadi pesan nyata Iran untuk menantang klaim kemenangan Presiden Donald Trump.
Akibat gangguan pasokan energi ini, harga minyak dunia melonjak sekitar 9 persen ke angka $100 per barel. Pasar saham Amerika Serikat juga mengalami penurunan tajam menyusul berita eskalasi tersebut. Garda Revolusi Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal bulk Thailand yang terbakar di perairan Teluk.
Strategi Kejutan Ekonomi Iran
Iran menggunakan strategi guncangan ekonomi jangka panjang untuk memaksa Donald Trump mundur. Komando militer Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai $200 per barel. Meskipun IEA telah melepas 400 juta barel cadangan minyak, harga pasar tetap merangkak naik akibat ketidakpastian di Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di dalam negeri, pasukan keamanan Iran meningkatkan kehadiran mereka di setiap sudut kota Teheran. Warga melaporkan bahwa militer berusaha mendemonstrasikan kontrol penuh atas situasi domestik. Sementara itu, Israel terus menyerang pos-pos pemeriksaan milisi Basij di Teheran guna mendorong rakyat Iran menggulingkan kepemimpinan ulama.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















