Beirut Membara: Serangan Israel Sasar Jantung Kota, 800 Ribu Warga Lebanon Mengungsi

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis kemanusiaan di Lebanon Selatan. Serangan ganda Israel di Majdal Zoun menewaskan petugas penyelamat yang sedang bertugas, memicu kecaman internasional atas dugaan kejahatan perang di tengah gencatan senjata yang rapuh. Dok: Istimewa.

Krisis kemanusiaan di Lebanon Selatan. Serangan ganda Israel di Majdal Zoun menewaskan petugas penyelamat yang sedang bertugas, memicu kecaman internasional atas dugaan kejahatan perang di tengah gencatan senjata yang rapuh. Dok: Istimewa.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Jet tempur Israel menghantam dua bangunan di pusat kota Beirut pada hari Kamis. Serangan ini menyasar kawasan yang sangat dekat dengan markas besar pemerintah Lebanon, Grand Serail. Aksi militer tersebut menyeret Lebanon jauh lebih dalam ke pusaran perang Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Israel memerintahkan militer untuk memperluas kampanye serangan. Kepala militer Israel juga menegaskan bahwa operasi di Lebanon tidak akan berakhir dalam waktu singkat. Serangan ini muncul sehari setelah Hezbollah meluncurkan serangan roket masif ke wilayah utara Israel.

Tragedi Kemanusiaan di Jantung Kota

Militer Israel memperluas jangkauan serangan ke pusat kota Beirut melalui serangan udara di lingkungan Bachoura. Ledakan terjadi hanya berjarak satu kilometer dari kantor perdana menteri. Sebelum serangan, militer Israel mengeluarkan peringatan agar warga menjauhi fasilitas Hezbollah yang menjadi target mereka.

Baca Juga :  Ammar Zoni Kambuh Lagi, Diduga Jadi Gudang Sabu di Rutan Jakarta Pusat

Serangan menjelang fajar di area lain di Beirut menewaskan 12 orang. Rudal menghantam trotoar tepi laut yang menjadi tempat pengungsian puluhan keluarga. Para pengungsi tidur di tenda-tenda darurat sebelum ledakan menghancurkan tempat peristirahatan mereka. “Di sini ada anak-anak dan orang tua. Apa alasan Israel menyerang kami?” ujar Abu Ali, salah satu pengungsi yang selamat.

Operasi Militer Jangka Panjang

Kepala militer Israel, Eyal Zamir, menyatakan bahwa operasi ini akan berlangsung lama. Militer akan mendatangkan pasukan dan kemampuan tambahan ke perbatasan utara. Saat ini, perintah evakuasi dari Israel telah mencakup sekitar sepersepuluh wilayah Lebanon.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menjanjikan keamanan bagi komunitas di utara Israel. Ia memperingatkan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, agar pemerintah segera menghentikan serangan Hezbollah. Jika tidak, Israel mengancam akan mengambil alih wilayah tersebut untuk menghentikan ancaman secara mandiri.

Baca Juga :  Update Bencana Sumatera 969 Tewas, 252 Hilang - Polri Percepat Distribusi Bantuan ke 3 Provinsi

Ketegangan Diplomatik Beirut dan Teheran

Konflik ini juga memicu gejolak politik di internal Lebanon. Kabinet Lebanon pekan lalu secara resmi melarang segala aktivitas militer oleh Hezbollah. Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, memanggil kuasa usaha Iran setelah serangan gabungan Iran-Hezbollah terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebanon mengecam tindakan tersebut karena melanggar dekrit pemerintah yang ingin menegakkan monopoli negara atas persenjataan. Di sisi lain, koordinator residen PBB di Lebanon, Imran Riza, memperingatkan bahwa biaya kemanusiaan sudah terlalu tinggi. Ia mendesak komunitas internasional untuk menekan semua pihak agar menghormati hukum humaniter internasional di tengah gelombang pengungsian yang terus membengkak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap, Diduga Facelift Ilegal hingga Korban Cacat
Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang Termasuk Petugas Penyelamat
Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta 29 April–3 Mei 2026, BPBD Minta Warga Waspada Banjir
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka TPPU Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota Terseret
Trump Sebut Iran dalam Kondisi Runtuh Saat Harga Minyak Melambung
Facebook Dipenuhi Gambar Palsu Tersangka Penembakan Trump
Pelantikan Kajati dan Pejabat Eselon II, Fokus Integritas dan Transformasi Digital
Raja Charles III Dukung Sikap Keras Terhadap Nuklir Iran

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:03 WIB

Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap, Diduga Facelift Ilegal hingga Korban Cacat

Rabu, 29 April 2026 - 18:53 WIB

Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang Termasuk Petugas Penyelamat

Rabu, 29 April 2026 - 18:47 WIB

Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta 29 April–3 Mei 2026, BPBD Minta Warga Waspada Banjir

Rabu, 29 April 2026 - 18:08 WIB

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka TPPU Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota Terseret

Rabu, 29 April 2026 - 17:48 WIB

Trump Sebut Iran dalam Kondisi Runtuh Saat Harga Minyak Melambung

Berita Terbaru