Trump Tuntut Zero Capability Saat Iran Siapkan Doktrin

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi di bawah ancaman militer. Delegasi AS dan Iran bertemu di Oman untuk perundingan nuklir krusial, sementara Washington dan Teheran terus memamerkan kekuatan tempur di kawasan. Dok: VGG.

Diplomasi di bawah ancaman militer. Delegasi AS dan Iran bertemu di Oman untuk perundingan nuklir krusial, sementara Washington dan Teheran terus memamerkan kekuatan tempur di kawasan. Dok: VGG.

MUSCAT, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di ibu kota Oman, Muscat, pada Jumat pagi waktu setempat. Ia memimpin delegasi tingkat tinggi untuk melakukan pembicaraan nuklir dengan perwakilan Amerika Serikat.

Delegasi Iran mencakup tokoh-tokoh kunci seperti Wakil Menlu Majid Takht-Ravanchi dan Kazem Gharibabadi. Tim negosiasi Iran menegaskan bahwa pembicaraan ini akan berfokus secara eksklusif pada masalah nuklir. Mereka menepis spekulasi mengenai pembahasan topik lain di luar agenda tersebut.

Tekanan Gedung Putih dan Tuntutan Trump

Di Washington, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi kehadiran Steve Witkoff dan Jared Kushner dalam perundingan tersebut. Leavitt menyebut diplomasi sebagai “pilihan pertama” Presiden Donald Trump.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Leavitt memberikan peringatan keras agar Teheran tidak mengabaikan “banyak pilihan lain” yang tersedia bagi Trump. Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal ancaman tindakan militer. Trump tetap pada posisi intinya bahwa Iran harus mencapai “kapabilitas nuklir nol”. Washington akan mengevaluasi langkah selanjutnya berdasarkan hasil pertemuan di Muscat ini.

Baca Juga :  Akhir Era Pasifisme: Jepang Resmikan Ekspor Senjata Mematikan guna Perkuat Industri Pertahanan

Sengketa Lokasi dan Usulan Perjanjian Non-Agresi

Awalnya, kedua pihak merencanakan pertemuan di Istanbul, Turki. Namun, Iran mengusulkan pemindahan lokasi ke Oman karena menganggapnya lebih andal secara politik. Perubahan mendadak ini sempat memicu kemarahan Washington dan ancaman pembatalan.

Ketidakpastian tersebut memicu kekhawatiran di Timur Tengah. Negara-negara regional pun mendesak Amerika Serikat agar tetap melanjutkan perundingan. Laporan media Israel menyebutkan bahwa Arab Saudi, Qatar, Mesir, UEA, dan Pakistan turut berpartisipasi. Mereka kabarnya merancang kerangka kerja perjanjian non-agresi. Perjanjian ini menuntut Iran dan AS untuk berjanji tidak saling menyerang, termasuk terhadap sekutu regional masing-masing.

Perselisihan Inti yang Belum Terpecahkan

Meskipun diplomasi berjalan, perselisihan utama tetap sulit teratasi. Washington menuntut penghentian total pengayaan uranium dan pembatasan jangkauan rudal balistik Iran. Trump menilai kesepakatan nuklir 2015 terlalu lemah karena tidak mencakup program rudal dan pengaruh regional Iran.

Baca Juga :  Rudal Balistik Jadi Andalan Terakhir Putin: Zelenskyy Desak Trump

Sebaliknya, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan merupakan hak yang tidak dapat diganggu gugat. Teheran juga menegaskan bahwa program rudalnya adalah bagian dari pertahanan nasional yang tidak bisa dinegosiasikan. Para ahli memperingatkan bahwa tekanan maksimal Washington dapat semakin mengguncang stabilitas kawasan yang sudah rapuh.

Peningkatan Kesiagaan Militer

Perundingan Muscat berlangsung di tengah persiapan militer yang intens dari kedua belah pihak. Amerika Serikat telah memperluas kehadiran militernya dengan mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln.

Pada hari Selasa, jet tempur F-35C AS menembak jatuh drone Shahed-139 Iran di atas Laut Arab dengan alasan “pertahanan diri”. Sebagai respons, IRGC Iran meresmikan pangkalan rudal bawah tanah baru pada Rabu. Mereka secara resmi mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif. Donald Trump pun memperingatkan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei agar “sangat khawatir” terhadap pembangunan kekuatan militer AS saat ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:16 WIB

Los Angeles Dodgers amankan tiket postseason MLB 14 musim beruntun usai tekuk Cincinnati Reds 4-1. Simak rincian rekor. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:24 WIB

Glorious merilis keyboard gaming mekanik GMMK Eternal 96% berfitur numpad seharga $99.99. Simak spesifikasi lengkap, fitur hot-swap, dan peredam suaranya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Glorious GMMK Eternal Resmi Meluncur, Keyboard Gaming

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:29 WIB