JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kado istimewa akhir tahun dibuktikan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan menangkap buronan narkoba kelas kakap Rp5 triliun, Dewi Astutik alias Mami.
Pelarian buronan narkoba Rp5 triliun, Dewi Astutik terhenti dalam operasi senyap yang dilakukan BNN bersama BAIS TNI di Sihanoukville, Kamboja, sebelum menerbangkannya ke Indonesia pada Selasa (2/12/2025) malam.
Penangkapan berlangsung cepat dan presisi. Saat itu, Dewi hendak masuk ke lobi sebuah hotel ketika tim gabungan menyergapnya tanpa memberi celah sedikit pun. “Target berhasil diamankan saat bersama seorang laki-laki,” ujar Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, Rabu (3/12/2025).
Setelah itu, tim langsung memindahkan Dewi ke Phnom Penh untuk menjalani interogasi guna memverifikasi identitas sebelum proses pemulangan.
Menurut Suyudi, pemeriksaan mendalam sangat penting karena Dewi diduga mengendalikan alur pendanaan, logistik, dan distribusi narkotika lintas negara.
Jaringannya beroperasi di Asia Timur hingga Asia Tenggara, melibatkan kokain, sabu, dan ketamin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dewi bukan pemain sembarangan. Pasalnya, ia adalah aktor intelektual di balik penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun dari jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025.
Ia juga terseret kasus besar pada 2024 terkait jaringan Golden Crescent.
“Dia merupakan aktor utama penyelundupan dua ton sabu. Penangkapan itu menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman narkotika,” tegas Suyudi.
Dalam rekaman yang beredar, Dewi terlihat ditangkap petugas berpakaian preman tanpa perlawanan. Kemudian, petugas perempuan menggiringnya ke mobil sedan putih sebelum diterbangkan menuju Indonesia.
Dengan keberhasilan ini, BNN menegaskan kembali komitmen memberantas mafia narkoba internasional—siapa pun dalangnya, di negara mana pun mereka bersembunyi. (red)





















