Operasi TNI di Papua: Kelompok Bersenjata Kabur ke Hutan Usai Disergap

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi TNI di Papua: Kelompok Bersenjata Kabur ke Hutan Usai Disergap. (Posnews/Ist)

Operasi TNI di Papua: Kelompok Bersenjata Kabur ke Hutan Usai Disergap. (Posnews/Ist)

NABIRE, POSNEWS.CO.ID – Kontak tembak sengit pecah. Tim patroli Koops TNI Papua menghadapi kelompok TPNPB-OPM di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/3/2026).

Dalam operasi cepat dan terukur, prajurit TNI menekan pergerakan lawan, lalu memukul mundur kelompok bersenjata dan menguasai penuh situasi di lokasi.

Insiden bermula saat tim patroli melakukan penyisiran rutin dan mendeteksi aktivitas mencurigakan di area yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok tersebut.

Ketika petugas mendekati lokasi, kontak tembak pun terjadi hingga akhirnya kelompok bersenjata melarikan diri ke arah hutan.

Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa pasukan mengendalikan situasi tanpa memicu eskalasi lebih luas. Ia juga mengapresiasi respons cepat dan profesional prajurit di lapangan.

Baca Juga :  Buruh Jabar Tunggu Janji Dedi Mulyadi Revisi UMSK 2026, FSP SPSI Soroti Dasar Hukum

“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata dengan langkah terukur,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Sita Senjata dan Amunisi

Selain memukul mundur kelompok bersenjata, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian, antara lain:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • 1 pucuk pistol jenis P1
  • 1 unit senapan angin
  • 14 butir munisi kaliber 5,56 mm
  • 8 butir munisi kaliber 9 mm
  • Bendera Bintang Kejora
  • Uang tunai dan perlengkapan lainnya
Baca Juga :  Polres Serang Tangkap Dua Spesialis Curanmor, Satu Pelaku Ditembak

Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan untuk penyelidikan lanjutan dan pengembangan jaringan kelompok.

Patroli Diperketat, Keamanan Ditingkatkan

Sebagai tindak lanjut, TNI meningkatkan intensitas patroli serta memperkuat langkah preventif di wilayah rawan gangguan keamanan, khususnya di Papua Tengah.

Selain itu, aparat juga memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Dengan langkah tegas dan terukur ini, TNI berharap stabilitas keamanan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Papua. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag
Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora
Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?
Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?
Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:30 WIB

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:07 WIB

Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:26 WIB

Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menulis ulang kode kehidupan. Kemajuan dalam pemetaan genom dan teknologi penyuntingan CRISPR membawa harapan baru bagi penyembuhan penyakit bawaan, sembari memicu perdebatan etika terdalam dalam sejarah peradaban manusia. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB