QUETTA, POSNEWS.CO.ID – Pasukan keamanan Pakistan berhasil memulihkan kendali atas kota Nushki di wilayah barat daya setelah pertempuran sengit melawan pemberontak separatis. Polisi mengonfirmasi keberhasilan ini pada Rabu (4/2/2026) setelah kebuntuan selama tiga hari yang melumpuhkan kota berpenduduk 50.000 jiwa tersebut.
Operasi pembersihan ini melibatkan penggunaan drone dan helikopter tempur untuk menghancurkan posisi pemberontak. Meskipun kendali kota telah pulih, operasi militer terhadap Tentara Pembebasan Baloch (BLA) masih berlanjut di beberapa titik lain di provinsi tersebut.
Gelombang Serangan Terkoordinasi BLA
Prahara ini bermula dari gelombang serangan terkoordinasi BLA yang dimulai sejak Sabtu dini hari. Kelompok pemberontak terkuat di kawasan ini menyerbu sekolah, bank, pasar, hingga instalasi keamanan di seluruh Balochistan. Serangan ini tercatat sebagai salah satu operasi terbesar yang pernah mereka lakukan.
Pihak berwenang mencatat total 58 korban jiwa selama akhir pekan, yang terdiri dari 22 aparat keamanan dan 36 warga sipil. “Saya mengira atap dan dinding rumah saya akan meledak,” ujar Robina Ali, seorang warga di Quetta, menggambarkan dahsyatnya ledakan yang mengguncang pusat administrasi provinsi.
Pertempuran di Nushki dan Penggunaan Teknologi Militer
Di Nushki, para pemberontak sempat menguasai kantor polisi dan instalasi keamanan lainnya. Pertempuran jarak dekat terjadi sebelum militer mengirimkan pasukan tambahan untuk mematahkan pengepungan.
Tujuh petugas polisi tewas dalam upaya merebut kembali kota tersebut. “Kami mengirim lebih banyak pasukan ke Nushki dan menggunakan bantuan udara melalui helikopter serta drone untuk melumpuhkan militan,” ungkap seorang pejabat keamanan yang meminta anonimitas. Di sisi lain, militer Pakistan mengklaim telah menewaskan 197 militan dalam rangkaian baku tembak di berbagai lokasi.
Signifikansi Strategis dan Akar Konflik
Balochistan merupakan provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan. Wilayah yang kaya mineral ini berbatasan langsung dengan Iran dan Afghanistan. Selain kekayaan alamnya, Balochistan menjadi lokasi strategis bagi investasi besar Tiongkok, termasuk pelabuhan laut dalam Gwadar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemberontak separatis etnis Baloch telah memimpin pemberontakan selama puluhan tahun untuk menuntut otonomi yang lebih besar. Mereka juga menuntut pembagian hasil sumber daya alam yang lebih adil bagi penduduk lokal. Melalui “Operasi Herof”, BLA mengklaim telah menewaskan ratusan tentara, meskipun pemerintah Pakistan membantah angka tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda tanpa bukti.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















