Patroli Perintis Presisi Bubarkan Tawuran Brutal di Kebon Singkong–Cipinang Jagal

Minggu, 16 November 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Perintis Presisi membubarkan tawuran pemuda di Kebon Singkong. (Posnews/Ist)

Polisi Perintis Presisi membubarkan tawuran pemuda di Kebon Singkong. (Posnews/Ist)

CIPINANG, POSNEWS.CO.ID –  Aksi tawuran brutal sekelompok pemuda di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya kawasan Kebon Singkong dan Cipinang Jagal, berhasil dibubarkan Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur.

Aksi saling serang ini mengancam kenyamanan warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi, pada Minggu (16/11/2025) pagi.

Sekitar pukul 06.30 WIB, warga melaporkan adanya segerombolan pemuda yang mulai bentrok. Mendapat informasi itu, tim yang dipimpin Aipda Haerullah langsung tancap gas menuju lokasi bersama 9 personel Perintis Presisi.

Baca Juga :  Link Anik Works: Rekomendasi Produk Digital & Fisik Terpercaya

Pelaku Lakukan Perlawanan, Batu Hujani Petugas

Setiba di titik kejadian, pemuda yang tawuran malah balik menyerang petugas dengan lemparan batu. Situasi makin memanas dan membahayakan.

Karena kondisi tak terkendali, petugas mengambil tindakan tegas terukur dengan menembakkan gas air mata. Aksi itu langsung memecah konsentrasi massa dan membuat kelompok tawuran kocar-kacir.

Setelah situasi aman, tim melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi bentrokan. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan satu senjata tajam jenis corbek yang diduga dipakai dalam aksi tawuran.

Baca Juga :  Brimob Gagalkan Tawuran di Ciputat Timur, Enam Remaja Diamankan Dini Hari

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga patroli selesai, situasi dinyatakan aman dan terkendali (TKA). Polisi menegaskan bahwa patroli akan terus ditingkatkan, terutama pada jam rawan yang kerap dimanfaatkan kelompok remaja untuk tawuran.

Polres Metro Jakarta Timur mengimbau warga agar segera melapor bila melihat aktivitas mencurigakan, kerumunan remaja, atau tanda-tanda tawuran.

Pelibatan warga menjadi kunci untuk mencegah aksi kekerasan sebelum meledak. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandar Sabu Samarinda Dibekuk, Omzet Jaringan Capai Rp630 Miliar
Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag
Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora
Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?
Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 04:35 WIB

Bandar Sabu Samarinda Dibekuk, Omzet Jaringan Capai Rp630 Miliar

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:30 WIB

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:07 WIB

Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menulis ulang kode kehidupan. Kemajuan dalam pemetaan genom dan teknologi penyuntingan CRISPR membawa harapan baru bagi penyembuhan penyakit bawaan, sembari memicu perdebatan etika terdalam dalam sejarah peradaban manusia. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB