BANYUWANGI, POSNEWS.CO.ID – Aktivitas penyeberangan di jalur padat Jawa–Bali resmi dihentikan total.
Pelabuhan Ketapang menutup seluruh layanan menuju Pelabuhan Gilimanuk dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Penutupan ini langsung diberlakukan tegas. Petugas memasang water barrier di akses masuk pelabuhan untuk menghentikan arus kendaraan.
Selain itu, seluruh loket layanan juga ditutup rapat tanpa pengecualian.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi di Pulau Bali yang mengharuskan seluruh aktivitas dihentikan.
Area Pelabuhan Steril, Tak Ada Kendaraan Tersisa
Selanjutnya, kondisi pelabuhan benar-benar steril. Hingga Rabu (18/3/2026), area parkir dipastikan kosong total tanpa satu pun kendaraan penumpang yang tertinggal.
Penyeberangan terakhir tercatat berlangsung tepat pukul 17.00 WIB. Setelah itu, seluruh operasional dihentikan sepenuhnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, arus kendaraan dari arah Bali menuju Jawa masih sempat berlangsung hingga menjelang penutupan.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengungkapkan kondisi ini akan menjadi bahan evaluasi penting.
Menurutnya, situasi tersebut akan dijadikan acuan untuk mengantisipasi lonjakan saat arus balik Lebaran mendatang.
ASDP Percepat Layanan, Antrean Ditekan
Lebih lanjut, pihak ASDP Indonesia Ferry bergerak cepat mempercepat proses bongkar muat kapal di kedua pelabuhan. Upaya ini dilakukan untuk mengurai antrean sebelum penutupan total diberlakukan.
Hasilnya, sebagian besar kendaraan berhasil diseberangkan tepat waktu sebelum batas akhir operasional.
Namun demikian, bagi pemudik yang terlambat dan tidak kebagian jadwal penyeberangan, petugas meminta untuk bersabar.
Mereka diarahkan beristirahat di kantong parkir yang telah disiapkan.
Penutupan ini, lanjut Nanang, bukan tanpa alasan. Semua pihak diminta menghormati pelaksanaan Nyepi sebagai tradisi sakral masyarakat Bali.
Ke depan, aparat akan memperketat pengamanan dan pengaturan lalu lintas di kawasan pelabuhan.
Evaluasi dari penutupan ini akan menjadi kunci untuk menghadapi potensi lonjakan ekstrem saat arus balik Lebaran 2026. (red)
Editor : Hadwan





















