Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Israel Houghton bersama Israel & New Breed yang konsernya di Indonesia tidak akan mendapat izin pemerintah. (Posnews/Ist)

Israel Houghton bersama Israel & New Breed yang konsernya di Indonesia tidak akan mendapat izin pemerintah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Rencana konser musisi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton bersama Israel & New Breed di Jakarta, 24 Oktober 2026, berakhir dengan keputusan tegas pemerintah.

Pemerintah memastikan konser tersebut tidak akan mendapatkan izin untuk digelar di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah tidak mempermasalahkan nama maupun latar belakang agama Israel Houghton.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pemerintah menaruh perhatian pada dugaan penggunaan pertunjukan musik tersebut untuk kepentingan politik yang berkaitan dengan dukungan terhadap Israel.

“Yang menjadi concern pemerintah adalah kegiatan musik ini ditengarai dimanfaatkan untuk melakukan suatu kampanye politik untuk mendukung Israel,” ujar Yusril kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Yusril, dugaan tersebut menjadi salah satu pertimbangan karena tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia.

Pemerintah juga konsisten menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.

Selain itu, pemerintah mempertimbangkan aspek keamanan dan potensi dampak sosial apabila kegiatan tersebut tetap digelar.

Baca Juga :  DPR Desak Kajian Hukum Hibah Rp10 Triliun Surya Darmadi ke BPI Danantara

Izin Pertunjukan dan Visa Dipastikan Ditolak

Yusril menegaskan panitia hingga Senin belum mengajukan permohonan izin pertunjukan kepada pemerintah. Permohonan visa bagi Israel Houghton juga belum diajukan.

Meski demikian, pemerintah sudah mengambil sikap sejak awal. Jika panitia mengajukan permohonan izin pertunjukan maupun visa, pemerintah memastikan keduanya tidak akan diberikan.

“Kalau misalnya diajukan permohonan untuk melakukan pertunjukan dan kemudian juga memohon visa, maka permohonan izin pertunjukan dan visa itu tidak akan diberikan,” tegas Yusril.

Dengan keputusan tersebut, rencana konser pada 24 Oktober 2026 praktis menghadapi hambatan serius dari sisi perizinan pemerintah.

Konser Sempat Dijadwalkan di Jakarta

Israel Houghton bersama Israel & New Breed sebelumnya dijadwalkan menggelar ‘Til The Whole World Knows Tour 2026 di Jakarta pada 24 Oktober 2026.

Sejumlah platform tiket masih mencantumkan jadwal tersebut. Salah satunya mencantumkan The Music Hall at Grha Pengharapan Building sebagai lokasi pertunjukan.

Di sisi lain, sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut adanya perubahan lokasi. Karena itu, kepastian venue masih menjadi perhatian.

Rencana konser tersebut juga menuai sorotan publik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya meminta adanya klarifikasi terbuka terkait dugaan hubungan acara dengan agenda dukungan terhadap Israel dan Christian Zionism.

Baca Juga :  6 Jabatan Bintang Tiga Polri Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya

MUI menilai transparansi diperlukan agar isu tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.

Persatuan Islam (PERSIS) juga meminta penyelenggara memberikan penjelasan terbuka mengenai tujuan dan pihak-pihak yang terlibat dalam konser tersebut.

Pemerintah Soroti Dugaan Kampanye Politik

Yusril menegaskan pemerintah tidak mengambil keputusan berdasarkan identitas agama sang musisi.

Fokus pemerintah, kata dia, berada pada dugaan bahwa panggung musik dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan politik yang mendukung Israel.

Pertimbangan tersebut kemudian dikaitkan dengan posisi Indonesia terhadap Palestina. Karena itu, pemerintah memilih tidak memberikan ruang perizinan bagi pertunjukan tersebut.

Di sisi lain, penyelenggara sebelumnya memasarkan acara itu sebagai konser musik rohani dalam rangkaian tur internasional Israel & New Breed.

Materi promosi menyebut tur tersebut membawa pesan iman, persatuan, dan harapan.

Kini, keputusan pemerintah membuat rencana konser 24 Oktober 2026 berada dalam ketidakpastian. Pemerintah juga menegaskan bahwa bila permohonan izin dan visa diajukan, keduanya tetap akan ditolak.

Dengan demikian, polemik konser Israel Houghton bukan lagi sekadar soal jadwal pertunjukan.

Pemerintah telah mengambil sikap dengan mempertimbangkan aspek keamanan dalam negeri sekaligus arah politik luar negeri Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi
Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!
Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali
HUT ke-81 TNI, Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh
Sosok Irjen Adex Yudiswan, Polisi Humanis yang Kini Jadi Wakapolda Metro Jaya
Polisi Bersama Masyarakat Jadi Tagline Baru Polri, Apa Maknanya?
HUT ke-81 TNI Hari Ini, Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru di Cilangkap

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:56 WIB

HUT ke-81 TNI, Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh

Berita Terbaru