JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ones Kilikily resmi memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persaudaraan Timur Indonesia Raya (PETIR) DKI Jakarta.
Kepengurusan baru itu resmi terbentuk dalam konsolidasi di Sekretariat DPW PETIR DKI Jakarta, Jalan Ambil Wahab, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (25/7/2026) sore.
PETIR merupakan organisasi yang menghimpun masyarakat dari tujuh wilayah Indonesia, yakni Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, Kalimantan, dan Bali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembentukan kepengurusan DPW PETIR DKI Jakarta menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyusunan program kerja.
Organisasi ini berkomitmen membangun citra positif, memperkuat persaudaraan, serta bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah.
Sejumlah tokoh PETIR hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pendiri PETIR Semmy Manafe, Daeng Lukman, Sekjen PETIR Nefron Alvares Kapitan, Ketua DPW PETIR DKI Jakarta Ones Kilikily, Ketua Harian DPP PETIR Romi Latuconsina, serta jajaran pengurus lainnya.
PETIR Ingin Jadi Rumah Bersama di Tanah Rantau
Pendiri PETIR Semmy Manafe menyambut terbentuknya kepengurusan baru DPW PETIR DKI Jakarta.
Menurutnya, PETIR hadir sebagai wadah persaudaraan sekaligus rumah bersama bagi masyarakat Indonesia Timur di perantauan.
“Ini bukan organisasi perkumpulan orang yang bar-bar. PETIR merupakan rumah adat. Selama ini kita hidup bercerai-berai di tanah rantau.
Sekarang kita ingin bersatu dan saling berguna melalui rumah adat PETIR,” ujar Semmy saat ditemui Posnews di lokasi.
Sementara itu, Sekjen PETIR Nefron Alvares Kapitan menegaskan bahwa organisasi tersebut hadir untuk membantu meredam berbagai persoalan dan gesekan sosial.
“Gesekan tetap ada. Namun, dengan adanya PETIR, gesekan itu bisa diminimalisir agar tidak melebar,” katanya.
Ke depan, PETIR berkomitmen memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pemerintah.
Selain itu, organisasi tersebut ingin mendorong pemerintah mengembangkan potensi Indonesia Timur agar masyarakat tidak harus berbondong-bondong mencari kehidupan di Jakarta.
“Indonesia Timur memiliki harta karun terbesar. Pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang baik agar anak-anak Indonesia Timur tidak terus berbondong-bondong ke Jakarta,” tegas Nefron.
DPW PETIR DKI Jakarta Siap Lawan Stigma Negatif
Di sisi lain, Ketua DPW PETIR DKI Jakarta Ones Kilikily menyatakan pihaknya siap membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurutnya, PETIR ingin ikut menciptakan berbagai kegiatan positif sekaligus menghapus stigma negatif yang masih melekat terhadap masyarakat Indonesia Timur.
“Kami mengoptimalkan sinergi dan kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Kami sepakat berjuang dan berusaha mematahkan stigma negatif yang melekat di Indonesia Timur,” ujar Ones.
Ones menegaskan, PETIR merupakan organisasi yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjunjung tinggi perdamaian.
Karena itu, DPW PETIR DKI Jakarta akan terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Selain itu, PETIR ingin menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah pusat dan masyarakat Indonesia Timur.
Organisasi tersebut juga akan menyuarakan aspirasi daerah terkait kepentingan ekonomi, politik, serta pembangunan yang merata.
Ketua Harian DPP PETIR Romi Latuconsina menambahkan, PETIR juga berkomitmen membantu menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menjaga stabilitas sosial.
“DPW PETIR DKI Jakarta harus merangkul seluruh anak bangsa dengan sejuk, tulus, dan ikhlas. Kita harus hidup berdampingan dalam toleransi dan saling menghargai,” pungkas Romi.
Sementara itu, Ketua Bidang Media DPW PETIR DKI Jakarta Habibah Binti Ganna mengatakan pihaknya akan memperkuat komunikasi publik melalui kolaborasi dengan DPP, DPD, pemerintah, media massa, dan masyarakat.
“Strategi kami membangun kolaborasi serta komunikasi positif dengan berbagai pihak. Dengan begitu, kehadiran PETIR di DKI Jakarta dapat memberikan manfaat nyata, memperkuat persatuan, menjaga persaudaraan, dan mendukung kemajuan organisasi,” tutup Habibah. (MR)
Editor : Hadwan













