JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau membuat pengemudi ojek online (ojol) harus bekerja ekstra hati-hati.
Mereka tetap berada di jalan untuk mengantar penumpang dan makanan, meski kualitas udara dan jarak pandang bisa berubah akibat sebaran abu.
Melihat kondisi tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya turun langsung membagikan 20.000 masker kepada para pengemudi ojol, Senin (7/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembagian masker dilakukan di tiga titik yang menjadi tempat berkumpulnya pengemudi ojol, yakni Mall Gandaria City, Stasiun Kebayoran Lama, dan MRT Blok M.
Langkah ini dilakukan atas arahan Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah dampak erupsi Anak Krakatau.
Bagi pengemudi ojol, masker bukan sekadar perlengkapan tambahan. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu kerja di ruang terbuka.
Karena itu, perlindungan pernapasan menjadi penting ketika abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah.
Ojol Diminta Tak Abaikan Keselamatan
Selain membagikan masker, personel Ditlantas Polda Metro Jaya memberikan edukasi keselamatan kepada para pengemudi.
Polisi mengingatkan ojol agar menggunakan perlindungan diri selama berada di jalan. Pengemudi juga diminta mengurangi kecepatan ketika jarak pandang menurun.
Kemudian, pengemudi harus menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Kondisi jalan dan lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan agar risiko kecelakaan tidak meningkat.
Imbauan tersebut penting karena abu vulkanik tidak hanya mengganggu pernapasan. Partikel abu juga dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kenyamanan berkendara.
Abu Anak Krakatau Masih Dipantau
Sementara itu, BMKG melaporkan sebaran abu vulkanik Anak Krakatau masih terus dipantau. Pada Senin pagi, abu terdeteksi hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot.
Sebaran abu mencakup sejumlah wilayah Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, Bengkulu, serta perairan di sekitarnya.
BMKG juga meminta masyarakat di wilayah yang terdampak abu membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker dan kacamata pelindung.
Di sisi lain, Badan Geologi memastikan status Gunung Anak Krakatau masih Level III (Siaga).
Pada periode 6–7 September 2026, alat pemantauan merekam sejumlah aktivitas kegempaan, termasuk tiga gempa erupsi, sembilan gempa hembusan, 93 gempa low frequency, dan 98 gempa hybrid atau fase banyak.
Badan Geologi juga melarang masyarakat memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Warga yang terdampak abu diminta mengurangi kegiatan di luar rumah atau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Polisi Hadir di Tengah Warga
Pembagian 20.000 masker menjadi bentuk pelayanan langsung Polri kepada kelompok pekerja yang tetap berada di jalan saat kondisi lingkungan berubah.
Para pengemudi ojol tidak bisa begitu saja menghentikan aktivitas. Mereka tetap menjadi bagian penting dalam mobilitas warga Jakarta.
Karena itu, perlindungan sederhana seperti masker diharapkan dapat membantu mereka bekerja dengan lebih aman.
Polri juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik. Warga diminta mengikuti informasi resmi pemerintah dan menghindari kabar yang belum terverifikasi mengenai dampak erupsi Anak Krakatau.
Dengan perlindungan yang tepat dan informasi yang benar, aktivitas masyarakat di tengah kondisi darurat dapat tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan. **
Editor : Hadwan













