Polda Metro Jaya: 500 Ribu Pelanggaran, 600 Tewas Jadi Alasan Operasi Zebra Diperketat

Senin, 17 November 2025 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kombes Pol Komarudin memimpin apel Operasi Zebra Jaya 2025 di Polda Metro Jaya. (Posnews/PMJ)

Kombes Pol Komarudin memimpin apel Operasi Zebra Jaya 2025 di Polda Metro Jaya. (Posnews/PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya mengerahkan 2.939 personel untuk menjalankan Operasi Zebra Jaya 2025 yang berlangsung selama 14 hari hingga 30 November.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menegaskan operasi ini tidak hanya menjadi bagian dari cipta kondisi jelang Operasi Lilin dan libur Nataru, tetapi juga menjadi respons keras terhadap lonjakan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Jakarta.

Komarudin mengungkapkan fakta mengejutkan. Hingga Oktober 2025, lebih dari 500 ribu pelanggaran lalu lintas tercatat di wilayah Polda Metro Jaya. Lonjakan itu memicu lebih dari 11 ribu kecelakaan, dengan 600 orang lebih meninggal dunia.

Jasa Raharja bahkan telah menggelontorkan lebih dari Rp 100 miliar untuk santunan korban kecelakaan sepanjang Januari–Oktober 2025.

Baca Juga :  Misteri Kematian WN Korea Selatan di Tambun Terungkap, Polisi Amankan Pelaku

“Ini kondisi yang sangat memprihatinkan,” tegas Komarudin.

Untuk menekan angka pelanggaran, Polda Metro Jaya, POM TNI, Dishub, dan sejumlah instansi lain menerjunkan 2.939 personel.

Tahun ini, Operasi Zebra Jaya meninggalkan pola razia stasioner dan beralih penuh ke metode hunting system. Petugas gabungan akan melakukan penyisiran aktif di titik-titik rawan pelanggaran.

Komarudin menilai metode ini lebih efektif karena langsung menyasar pelanggar di lapangan.

Selain itu, penindakan akan mengandalkan ETLE statis dan ETLE mobile. Kamera ETLE mobile mampu menangkap pelanggaran dari dua sisi, depan dan belakang, sehingga menyulitkan motor tanpa TNKB atau yang sengaja mencopot plat nomor untuk menghindari tilang elektronik.

11 Target Operasi Zebra Jaya 2025

Operasi ini memburu sedikitnya 11 jenis pelanggaran, antara lain:

  1. Tidak memakai helm
  2. Pengendara di bawah umur
  3. Melawan arus
  4. Kecepatan berlebih
  5. Pengaruh alkohol
  6. Balap liar
  7. TNKB palsu
  8. Plat diplomatik atau TNI-Polri yang disalahgunakan
  9. Motor tanpa TNKB
  10. Pelanggaran marka dan lampu lalu lintas
  11. Overload–overdimension
Baca Juga :  Bos Hanania Travel Resmi Ditahan, Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban

Skema 40-40-20: Edukasi, Pencegahan, dan Penindakan

Dalam pola operasi, 40% kegiatan diarahkan pada tindakan preemtif berupa sosialisasi dan imbauan. 40% lainnya fokus pada preventif dengan penebalan personel di lapangan. Sementara itu, 20% sisanya berupa penegakan hukum.

“Harapan kita, kepatuhan masyarakat meningkat. Pelanggaran turun, kecelakaan ikut menurun,” ujar Komarudin.

Operasi Zebra Jaya 2025 pun diharapkan mampu menghentikan tren pelanggaran brutal yang selama ini menelan banyak korban di Jakarta. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Cuaca Jabodetabek Rabu 8 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat
Polri Tetapkan 32 Tersangka Haji Ilegal 2026, Kerugian Korban Rp116,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB