MADIUN, POSNEWS.CO.ID – Insiden mengerikan terjadi di Simpang Lima Tugu Pendekar, Madiun.
Seorang anggota Satlantas Polres Madiun Kota mengalami patah kaki setelah dihantam bus pariwisata saat menjalankan tugas penertiban lalu lintas.
Kejadian ini langsung memicu perhatian publik karena terjadi di siang bolong dan terekam kamera.
Peristiwa brutal tersebut terekam dalam video berdurasi 59 detik yang kini viral di media sosial.
Dalam rekaman, terlihat bus pariwisata Pesona Handayani berwarna cokelat melaju di kawasan Simpang Lima Tugu Pendekar.
Sejumlah petugas kepolisian tampak berupaya menghadang kendaraan tersebut. Namun situasi berubah kacau saat bus tetap melaju, sementara petugas lain terlihat mengamankan seorang pria yang diduga kernet.
Polisi Jadi Korban, Kaki Patah
Kasat Lantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan kejadian berlangsung pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itu terjadi siang hari saat anggota kami bertugas menghentikan bus yang melanggar aturan,” tegas Nanang, Selasa (24/3/2026).
Akibat benturan keras, anggota berinisial PSA langsung tersungkur dengan kondisi kaki patah. Petugas lain segera mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Saat ini, korban menjalani perawatan intensif di RSU Karima Utama Solo. Kondisinya masih dalam pemantauan tim medis akibat cedera serius yang dialami saat insiden tabrakan.
Sopir Bus Ditindak Tegas
Sementara itu, pihak kepolisian langsung bergerak cepat menindak sopir bus. Pengemudi telah diamankan, dimintai keterangan, dan dikenai sanksi tilang atas pelanggaran lalu lintas yang dilakukan.
Nanang mengungkapkan, bus bermerek Mercedes-Benz dengan warna cokelat kombinasi dan pelat kuning bernopol AB-7542-UA tersebut nekat menerobos ruas jalan yang jelas-jelas memiliki rambu larangan bagi kendaraan besar.
“Bus itu melanggar karena masuk ke jalan yang sudah ada rambu larangan untuk kendaraan besar,” tegasnya.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi pengemudi kendaraan besar agar tidak nekat melanggar aturan.
Kepolisian memastikan akan memperketat pengawasan dan penindakan, terutama di jalur rawan pelanggaran demi mencegah kejadian serupa terulang. (red)
Editor : Hadwan



















