Polisi Libatkan Ahli Forensik Usut Kelayakan Truk Penyebab Kecelakaan di Bekasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi Simpang Unisma Bekasi, Dugaan Rem Blong Kembali Soroti Perawatan Truk. (Posnews/Ist)

Tragedi Simpang Unisma Bekasi, Dugaan Rem Blong Kembali Soroti Perawatan Truk. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk wing boks di persimpangan Unisma, Jalan Cut Meutia, Kota Bekasi, Selasa (30/6/2026) pagi, merenggut satu nyawa dan melukai sedikitnya lima orang.

Truk diduga mengalami rem blong sebelum menghantam sejumlah sepeda motor yang tengah melintas.

Peristiwa yang terekam kamera warga dan viral di media sosial itu kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai standar perawatan armada angkutan barang di jalan raya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan teknis terhadap kendaraan.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, mengatakan penyidik menggandeng ahli forensik kendaraan untuk memastikan apakah kondisi teknis truk menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.

“Untuk kendaraannya juga kami menghadirkan ahli forensik guna memastikan penyebab kecelakaan terkait kelayakan kendaraan dan korban yang meninggal dunia,” ujar Gefri, Selasa (30/6/2026).

Selain itu, polisi juga masih menunggu hasil tes urine sopir untuk memastikan ada atau tidaknya pengaruh alkohol maupun obat-obatan saat mengemudikan truk.

Baca Juga :  Cuaca Jakarta Hari Ini Didominasi Berawan, Hujan Ringan Intai Bogor dan Bekasi

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut,” katanya.

Dugaan Rem Blong Masih Didalami

Polisi menyatakan dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman. Namun, kesimpulan tersebut belum bersifat final karena tim penyidik masih mengumpulkan bukti di lapangan.

“Sementara diduga rem blong. Saat ini Unit Laka Lantas masih melakukan pendalaman. Sopir beserta barang bukti sudah kami amankan,” jelas Gefri.

Pemeriksaan menyeluruh akan mencakup kondisi sistem rem, komponen mekanis kendaraan, riwayat perawatan, hingga kelengkapan uji berkala (KIR) untuk memastikan apakah truk masih memenuhi standar laik jalan.

Detik-Detik Mencekam Terekam Kamera Warga

Rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan suasana mencekam sesaat setelah kecelakaan terjadi.

Jeritan histeris warga terdengar ketika truk melaju tanpa kendali dan menghantam beberapa sepeda motor di persimpangan.

Dalam hitungan detik, kendaraan roda dua terpental ke berbagai arah, sementara pecahan bodi kendaraan berserakan di tengah jalan.

Beberapa korban tampak tergeletak di atas aspal dengan luka serius. Dua di antaranya berada tepat di depan truk usai benturan keras terjadi.

Baca Juga :  Kebakaran Apartemen di Kapuk Cengkareng Diduga Akibat Kebocoran Gas, Satu Penghuni Luka

Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Cut Meutia sempat mengalami kemacetan panjang karena proses evakuasi korban dan kendaraan.

Data sementara menunjukkan satu orang meninggal dunia, sedangkan lima korban lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

“Informasi awal sementara ada satu korban meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka,” ungkap Gefri.

Pemilik Armada Wajib Utamakan Perawatan Truk Angkutan Berat

Kecelakaan yang diduga dipicu rem blong mengingatkan pentingnya perawatan rutin armada angkutan. Pemilik dan perusahaan wajib memeriksa rem, ban, kemudi, serta memastikan kendaraan lolos uji KIR.

Jika penyelidikan menemukan kelalaian perawatan atau pelanggaran standar keselamatan, kasus ini harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pelaku usaha transportasi barang.

Sebaliknya, bila penyebabnya berasal dari faktor lain, temuan tersebut tetap penting untuk memperkuat upaya pencegahan kecelakaan serupa.

Setiap armada yang beroperasi di jalan raya membawa tanggung jawab besar terhadap keselamatan pengemudi, pengguna jalan lain, dan masyarakat.

Karena itu, pemilik armada wajib merawat kendaraan secara berkala, melakukan pemeriksaan rutin, dan memperkuat pengawasan agar kecelakaan serupa tidak terulang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Monas Jadi Titik Demo Hari Ini, Polisi Kerahkan 4.132 Personel
Air PAM JAYA Mati hingga 22 Juli, Warga Cengkareng Borong Wadah Penampungan
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Waspada Hujan Singkat Sore
Kasus Kebakaran Kos Kemayoran Masuk Babak Baru, Polisi Tunggu Penetapan Tersangka
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat
BPN Jakarta Utara Serahkan 60 Sertifikat PTSL, Program PRABU Tuai Apresiasi
Gratis Masuk Sea World Ancol untuk Usia 60 Tahun ke Atas, Catat Syaratnya
BMKG: Cuaca Jabodetabek 15 Juli 2026 Cerah Berawan, Bogor Berpotensi Hujan

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:31 WIB

Monas Jadi Titik Demo Hari Ini, Polisi Kerahkan 4.132 Personel

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:47 WIB

Air PAM JAYA Mati hingga 22 Juli, Warga Cengkareng Borong Wadah Penampungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:53 WIB

Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Waspada Hujan Singkat Sore

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:02 WIB

Kasus Kebakaran Kos Kemayoran Masuk Babak Baru, Polisi Tunggu Penetapan Tersangka

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:21 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat

Berita Terbaru