Polri Tempel Barcode di Banyak Titik, Warga Bisa Laporkan Polisi Nakal dari Mana Saja

Senin, 24 November 2025 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memperketat pengawasan Propam dan memperluas pemasangan barcode pengaduan masyarakat di berbagai lokasi. (Posnews/Ist)

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memperketat pengawasan Propam dan memperluas pemasangan barcode pengaduan masyarakat di berbagai lokasi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus melakukan pembenahan agar marwah polisi tidak bergeser dan tetap di jalurnya melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga kembali mengetatkan pengawasan internal Polri.

Ia memastikan Propam kini bergerak lebih cepat untuk menindak dugaan pelanggaran anggota, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk melapor langsung dari lokasi mana pun.

Sigit menegaskan, laporan masyarakat kini tak boleh lagi diabaikan.

“Kehadiran polisi harus menjawab pengaduan masyarakat. Karena itu, kami memperkuat pengawasan Propam,” ujar Sigit usai Apel Kasatwil di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Senin (24/11/2025).

Baca Juga :  Kapolda Metro Pimpin Sertijab Pejabat dan Kapolres, Ini Daftar Lengkapnya

Barcode di Mana-Mana, Lapor Tinggal Scan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sigit membeberkan, Polri telah menempelkan barcode pengaduan di berbagai titik publik.

“Di halte, ruang hotel, sampai lift sudah kami pasang barcode. Begitu masyarakat melihat pelanggaran anggota, langsung scan dan lapor. Propam akan bergerak,” tegasnya.

Menurutnya, sistem ini memudahkan warga melapor secara cepat tanpa harus datang ke kantor polisi.

Perbaikan Layanan 110, Respons Harus Kilat

Isu bahwa warga kini lebih memilih melapor ke petugas Damkar daripada polisi langsung dibalas Sigit. Polri, kata dia, sedang memperbaiki respons layanan darurat 110 agar tak lagi mengecewakan.

Baca Juga :  Polda Metro Turunkan Tim Psikolog Dampingi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone

“Dengan memencet 110, laporan harus langsung ditindak petugas terdekat. Ini yang kami sempurnakan,” jelasnya.

Selain meningkatkan respons, Sigit memastikan pengawasan internal terus dikerjakan berlapis.

“Pengawasan Propam kami perkuat di semua tempat. Kalau ada pelanggaran, langsung lapor,” katanya.

Ia menambahkan, pembenahan dilakukan sampai ke kemampuan para pemimpin di semua level, dari bawah hingga atas.

“Itu bagian dari perbaikan yang terus kami lakukan,” tutupnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman Penyakit Tidak Menular yang Menghantui Usia Muda
Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang
: Donald Trump Ancam Blokir Akses dan Tuntut Kepemilikan
Pesawat Smart Air Ditembaki OTK di Boven Digoel Papua, Pilot dan Kopilot Tewas
Reformasi Birokrasi Berbuah WBK 2025, Setjen DPD RI Perkuat Integritas
Trump Ancam Tindakan Keras dan Intelijen Rudal Israel
IPK Indonesia 2025 Turun ke 34, KPK Dorong Percepatan Reformasi Antikorupsi
Kasus Ayah Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anak, DPR Minta Pertimbangkan KUHP Baru

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:23 WIB

Ancaman Penyakit Tidak Menular yang Menghantui Usia Muda

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:06 WIB

Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:59 WIB

: Donald Trump Ancam Blokir Akses dan Tuntut Kepemilikan

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:46 WIB

Pesawat Smart Air Ditembaki OTK di Boven Digoel Papua, Pilot dan Kopilot Tewas

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:25 WIB

Reformasi Birokrasi Berbuah WBK 2025, Setjen DPD RI Perkuat Integritas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pembunuh senyap di balik meja kerja. Gaya hidup kurang gerak akibat pola kerja pasif kini memicu lonjakan kasus hipertensi dan diabetes pada generasi Z dan Milenial. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Ancaman Penyakit Tidak Menular yang Menghantui Usia Muda

Rabu, 11 Feb 2026 - 18:23 WIB

Ilustrasi, Duka mendalam di pegunungan Rocky. Penembakan di Tumbler Ridge menjadi insiden sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada, memicu gelombang simpati global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang

Rabu, 11 Feb 2026 - 17:06 WIB

Trump nampak mengantuk saat menghadiri rapat kabinet di Gedung Putih. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

: Donald Trump Ancam Blokir Akses dan Tuntut Kepemilikan

Rabu, 11 Feb 2026 - 15:59 WIB