Prabowo Absen di Harlah ke-100 NU, PBNU Buka Alasan Sebenarnya

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Gus Yahya. (Posnews/PBNU)

Ketua Umum PBNU Gus Yahya. (Posnews/PBNU)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Absennya Presiden Prabowo Subianto dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di puncak Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Sabtu (31/1/2026), langsung jadi sorotan.

Ketua Umum PBNU Gus Yahya buka suara. Ia menegaskan, Prabowo batal hadir di detik terakhir karena tugas negara mendesak, termasuk agenda kenegaraan dengan tamu asing.

Padahal, Paspampres sudah siaga dan koordinasi dengan Istana sudah rampung.

Baca Juga :  Motif Penculikan dan Pembunuhan Kepala KCP BRI Ilham Pradipta Mulai Terungkap

“Secara teknis semua siap. Tapi Presiden berhalangan karena tugas negara,” kata Gus Yahya.

Meski begitu, Istana tak absen total. Ketua MPR RI Ahmad Muzani datang mewakili dan menyampaikan amanat resmi dalam resepsi puncak Harlah.

Sementara itu, Rais Aam KH Miftachul Akhyar juga gagal hadir. Gus Yahya mengungkap, PBNU menerima kabar sejak Jumat malam bahwa Rais Aam mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga :  Pemerintah Atur Takbiran Berbarengan Nyepi, Sound System Dibatasi di Bali

Sebagai pengganti, PBNU menunjuk Menag Nasaruddin Umar—yang juga Rais Syuriyah PBNU—untuk menyampaikan khutbah dan amanat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski dua tokoh utama absen, puncak Harlah ke-100 NU tetap berlangsung khidmat, dengan ribuan warga nahdliyin memadati Istora Senayan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA
Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko
Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung
Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme
Wanita Tewas di Cipayung, Pelaku Dibekuk di Tol Tangerang–Merak Saat Kabur ke Sumatera
Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan Pembersih Ranjau ke Selat Hormuz
Penggerebekan Narkoba Bengkalis: 13 Kg Sabu dan Ratusan Etomidate Disita, 2 Pengedar Dibekuk
Banjir Jakarta Timur 22 Maret 2026: 46 RT Terendam, Air Capai 80 Cm Akibat Hujan Deras

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:08 WIB

Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:58 WIB

Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:49 WIB

Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:43 WIB

Wanita Tewas di Cipayung, Pelaku Dibekuk di Tol Tangerang–Merak Saat Kabur ke Sumatera

Berita Terbaru

Melawan kebencian di era digital. Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa rasisme masih hidup dan kini menyebar cepat melalui teknologi baru, menuntut persatuan global untuk menghapusnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme

Minggu, 22 Mar 2026 - 16:49 WIB