Pramono Anung Larang Perang Sarung dan SOTR Rusuh di Ramadan 1447 H Jakarta

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak warga mengisi Ramadan 1447 H dengan kegiatan positif dan menolak aksi perang sarung serta Sahur On The Road (SOTR) yang memicu tawuran.

Ia menegaskan Pemprov DKI tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi menimbulkan keributan selama bulan suci.

Pramono Anung menekankan Ramadan 2026 harus menjadi momentum memperkuat ibadah, solidaritas, dan ketertiban sosial. “Kita sambut bulan suci dengan hal-hal baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan sampai energi anak-anak muda tersalurkan ke kegiatan negatif,” tegasnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga :  Hujan Ringan Guyur Jabodetabek Hari Ini, BMG Minta Waspada Petir dan Angin Kencang

Menurutnya, jika masyarakat fokus pada kegiatan positif seperti tadarus, kajian, dan aksi sosial, potensi gesekan seperti perang sarung tidak akan terjadi.

Perang Sarung Berpotensi Bahaya

Fenomena perang sarung kerap muncul usai salat tarawih. Sekilas terlihat seperti permainan, namun praktiknya menyerupai tawuran.

Pelaku menggulung sarung untuk saling menyerang, bahkan sebagian mengisi gulungan dengan benda keras seperti batu. Aksi ini berisiko memicu luka serius dan gangguan kamtibmas.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta bersama aparat akan memperketat pengawasan di titik-titik rawan selama Ramadan 1447 H.

SOTR Berujung Tawuran Akan Dilarang

Selain perang sarung, Pramono juga menyoroti kegiatan Sahur On The Road (SOTR). Ia menegaskan akan melarang SOTR yang berujung konvoi liar, kebut-kebutan, hingga tawuran.

Baca Juga :  Cegah Mikroplastik di Jakarta, Gubernur DKI Dorong Penggunaan Masker dan Proyek PLTSa

“Pokoknya yang menimbulkan kerawanan dan keributan tidak saya izinkan,” ujarnya di Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

Namun, ia membuka ruang bagi SOTR yang digelar secara positif, seperti membagikan makanan sahur kepada masyarakat tanpa mengganggu ketertiban umum.

Dengan langkah tegas ini, Pemprov DKI berharap Ramadan 1447 H di Jakarta berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan tanpa diwarnai aksi kekerasan remaja. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Jakarta yang Cari Kerja Bisa Naik Transportasi Umum Gratis, Ini Syaratnya
BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini
Hati-hati di Jalan, Ini Wilayah Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Petir
Demo Jakarta Berakhir, Polisi Apresiasi Massa dan Minta Maaf kepada Pengguna Jalan
Demo 28 Oktober di Jakarta: 4 Titik Aksi dan 5 Tuntutan Komite Sadar
Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Simak Prakiraan Cuaca dan Suhunya
Monyet Liar Kembali Serang Warga Tarumajaya, Nenek Luka di Tangan dan Kepala
Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Hari Ini, Bogor Waspadai Petir

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Warga Jakarta yang Cari Kerja Bisa Naik Transportasi Umum Gratis, Ini Syaratnya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:59 WIB

BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Hati-hati di Jalan, Ini Wilayah Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Petir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Demo Jakarta Berakhir, Polisi Apresiasi Massa dan Minta Maaf kepada Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Demo 28 Oktober di Jakarta: 4 Titik Aksi dan 5 Tuntutan Komite Sadar

Berita Terbaru