Pramono Murka: Gedung Terra Drone Tidak Sesuai Aturan, Picu 22 Korban Jiwa di Kemayoran

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran mematikan di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang merenggut 22 nyawa pada Selasa (11/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai tragedi sadis itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung menyemprot pengelola gedung karena mereka diduga membangun bangunan tanpa mematuhi aturan keselamatan.

Pramono menegaskan pengelola bisa mencegah kebakaran maut ini jika mereka mematuhi aturan konstruksi dan standar keselamatan.

“Problem utamanya jelas. Kalau mereka menaati aturan, peristiwa ini tidak terjadi. Gedung ini pasti dibangun tanpa aturan,” tegas Pramono di Hotel Mulai Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga :  Kasus Pencabulan Anak di Pasar Minggu Viral, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Setelah meninjau lokasi, Pramono langsung menemukan pelanggaran serius. Ia melihat tangga darurat gedung terlalu kecil dan jauh dari standar, sehingga puluhan pegawai terjebak di lantai atas saat api membesar.

Strukturnya jelas melanggar. Tangganya kecil banget, dan itu bikin banyak orang enggak bisa turun,” ujarnya geram.

Sistem Rescue Nol Besar

Selanjutnya, Pramono mengungkap gedung itu tidak memiliki sistem penyelamatan kebakaran yang semestinya. Padahal, gedung tersebut menyimpan baterai litium—material yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Lahap 20 Rumah di Benhil, 150 Warga Mengungsi ke GOR Tanah Abang

“Hydrant memang ada. Tapi sistem rescue-nya enggak ada. Mereka jual dan simpan baterai litium untuk drone, dan itu yang jadi masalah utama,” jelasnya.

Sebagai langkah cepat, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta langsung menanggung seluruh biaya pemakaman korban jiwa serta perawatan para korban luka.

Tugas kami memberi kemudahan. Semua korban yang meninggal kami bantu dimakamkan, dan korban luka maupun sakit kami tanggung,” tegasnya.

Untuk proses hukum, Pramono menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Berita Terbaru

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB