Presiden Prabowo Instruksikan 80 Persen Beasiswa LPDP Wajib untuk Jurusan STEM

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perubahan besar dalam peta pendidikan tinggi Indonesia. Presiden Prabowo menggeser fokus beasiswa negara secara drastis ke sains dan teknologi demi swasembada nasional. Dok: Istimewa.

Perubahan besar dalam peta pendidikan tinggi Indonesia. Presiden Prabowo menggeser fokus beasiswa negara secara drastis ke sains dan teknologi demi swasembada nasional. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto melakukan manuver strategis untuk mengakselerasi kemajuan teknologi bangsa. Dalam sebuah pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026), Presiden mengeluarkan instruksi tegas: alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) harus bergeser secara masif ke bidang Science, Technology, Engineering, and Medicine (STEM).

Targetnya tidak main-main. Presiden meminta porsi beasiswa untuk bidang-bidang eksakta ini mencapai 80 persen, jauh melampaui alokasi untuk bidang sosial humaniora.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan arahan tersebut usai Presiden berdialog selama tiga jam dengan para rektor dan guru besar perguruan tinggi.

“Beliau memberikan arahan agar alokasi beasiswa LPDP diperbanyak ke STEM. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Alasannya jelas dan mendesak. Indonesia harus segera mengejar ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Menurut Presiden, penguasaan STEM adalah kunci mutlak untuk mencapai kemandirian bangsa.

Baca Juga :  Sejarah Cinta Benci Warga London pada Kereta Bawah Tanah

Reformasi Total Beasiswa

Instruksi ini muncul setelah Presiden menerima laporan mengenai kondisi nyata pendidikan tinggi nasional. Saat ini, dari sekitar 9,9 juta mahasiswa aktif di Indonesia, baru sekitar 1,1 juta yang tersentuh bantuan beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Mendengar data tersebut, Prabowo langsung meminta jajarannya untuk menghitung ulang. Ia ingin jumlah penerima beasiswa diperbesar sebanyak-banyaknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendikti Saintek dan kami sebagai Mensesneg, untuk mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar penerima beasiswa,” jelas Prasetyo.

Kampus sebagai Mesin Industri

Visi Presiden melampaui sekadar angka penerima beasiswa. Ia menempatkan penguatan SDM di bidang STEM sebagai fondasi vital bagi tiga pilar utama: swasembada pangan, swasembada energi, serta industrialisasi dan hilirisasi nasional.

Baca Juga :  Diduga Curi HP, Wanita di Pasar Minggu Ditangkap Warga Saat Kembali Ambil Sandal

Pemerintah mengharapkan kampus tidak lagi hanya menjadi menara gading pendidikan, tetapi bertransformasi menjadi penggerak utama industri nasional. Presiden meminta dukungan penuh perguruan tinggi untuk mendorong riset, inovasi, dan penciptaan teknologi strategis.

Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah sedang membentuk tim khusus. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) akan memimpin tim yang melibatkan Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perindustrian.

“Supaya semuanya menjadi satu kesatuan grand design ekosistem. Berawal dari pendidikan, tetapi ujungnya setelah lulus harus bisa mengawaki beberapa program prioritas pemerintah,” terang Prasetyo.

Selain fokus pada STEM, Presiden juga membahas evaluasi skema pembiayaan pendidikan tinggi agar tidak membebani masyarakat, serta menyusun ulang perencanaan beasiswa agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada pembangunan nasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Diserbu Pendatang Usai Lebaran 2026, Pramono Anung: Wajib Lengkapi Administrasi
Operasi Ketupat 2026 Aman, Polri Hentikan One Way Nasional, 260 Kecelakaan Terjadi
Wanita Tewas di Kamar Terkunci di Jaktim, Leher Tersayat, Polisi Selidiki WNA Iran
Remisi Lebaran 2026: 155.908 Warga Binaan Pengurangan Hukuman, Ribuan Langsung Bebas
Viral Polantas Dorong Mobil Mogok Pakai Kaki di Tol Cipali, Sejauh 3 Km Bikin Salut
BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Lebaran 2026, Hujan Ekstrem Ditekan hingga 50 Persen
Prabowo Undang SBY dan Jokowi ke Istana, Momen Langka Halalbihalal Lebaran 2026
Tol Jakarta-Cikampek Macet Parah Hari Ini, Contraflow Diperpanjang hingga KM 47–65

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:13 WIB

Jakarta Diserbu Pendatang Usai Lebaran 2026, Pramono Anung: Wajib Lengkapi Administrasi

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:35 WIB

Operasi Ketupat 2026 Aman, Polri Hentikan One Way Nasional, 260 Kecelakaan Terjadi

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:09 WIB

Wanita Tewas di Kamar Terkunci di Jaktim, Leher Tersayat, Polisi Selidiki WNA Iran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:43 WIB

Remisi Lebaran 2026: 155.908 Warga Binaan Pengurangan Hukuman, Ribuan Langsung Bebas

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:25 WIB

Viral Polantas Dorong Mobil Mogok Pakai Kaki di Tol Cipali, Sejauh 3 Km Bikin Salut

Berita Terbaru