Rekening Narkoba Rp10 Miliar Digulung Bareskrim, Eks Napi Jadi ‘Bank Berjalan’

Jumat, 24 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Bareskrim Polri menunjukkan tersangka kasus rekening penampung dana narkoba Rp10 miliar di Jakarta Barat. (Posnews/Ist)

Petugas Bareskrim Polri menunjukkan tersangka kasus rekening penampung dana narkoba Rp10 miliar di Jakarta Barat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali membongkar praktik licik sindikat narkoba internasional.

Kali ini, polisi menangkap Ronny Ika Setiawan (42) sebagai penyedia rekening penampung dana haram jaringan Erwin Iskandar alias Koko Erwin.

Penyidik melakukan penangkapan pada Jumat, 17 April 2026 pukul 11.00 WIB di kawasan Tomang Utara, Jakarta Barat, setelah menelusuri aliran dana mencurigakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terendus dari Aliran Dana “The Doctor”

Penyidik mengawali pengungkapan kasus ini dengan menganalisis aliran dana milik Andre Fernando alias The Doctor sebagai pemasok narkotika jaringan internasional tersebut.

Dari hasil penelusuran, penyidik menemukan rekening atas nama Ronny yang kuat diduga menampung transaksi narkoba.

Selanjutnya, tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Handik Zusen bersama Satgas NIC di bawah Kombes Kevin Leleury bergerak cepat mengejar pelaku.

Tak butuh waktu lama, tim berhasil melacak keberadaan tersangka di Jakarta Barat dan langsung mengamankannya.

Rekening Dikendalikan Napi

Dari hasil pemeriksaan, Ronny mengaku bahwa ia membuka rekening atas perintah narapidana narkoba berinisial Fajar alias Pajero, yang ia kenal saat menjalani hukuman di Lapas Tegal.

Baca Juga :  Cekcok Berujung Maut di Kampung Ambon Jakarta Barat, Satu Pria Tewas Ditikam

Kasus ini semakin mencengangkan karena:

  • Tersangka merupakan mantan narapidana narkotika (divonis 6 tahun)
  • Ia sengaja membuat rekening baru lengkap dengan mobile banking
  • Seluruh akses rekening, ATM, dan handphone dikirim ke Semarang melalui ekspedisi

Sebagai imbalan, tersangka menerima uang sebesar Rp1 juta untuk pembuatan rekening dan fasilitas pendukung.

Perputaran Uang Fantastis Capai Rp10 Miliar

Analisis perbankan mengungkap skala transaksi yang tidak main-main:

  • Total perputaran dana: ± Rp10 miliar
  • Dana masuk dan keluar masing-masing: ± Rp5 miliar
  • Pola transaksi menunjukkan indikasi smurfing dan layering

Penyidik menilai aktivitas ini tidak sesuai dengan profil ekonomi tersangka dan mengarah pada praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang terorganisir.

Unsur Kesengajaan Terbukti

Dalam gelar perkara, penyidik menegaskan bahwa Ronny dengan sadar mengambil risiko saat membuat rekening untuk pihak lain.

Ia mengetahui bahwa:

  • Narapidana kasus narkoba akan menggunakan rekening tersebut
  • Pihak tertentu berpotensi memanfaatkan rekening tersebut untuk melakukan kejahatan.
Baca Juga :  Pola Baru Bareskrim Bongkar Narkoba di THM, PATRON Desak Penindakan Total

Meski tersangka berdalih membantu sebagai bentuk “balas budi”, penyidik menilai alasan tersebut tidak menghapus unsur pidana.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:

  • Handphone Vivo warna biru
  • Tiga kartu ATM
  • KTP, SIM, dan kartu identitas lainnya
  • Buku rekening dan perlengkapan pribadi
  • Jerat Hukum Berat Menanti

Penyidik menjerat tersangka dengan:

  • UU Narkotika No. 35 Tahun 2009
  • KUHP terbaru (UU No. 1 Tahun 2023 & 2026)
  • UU TPPU No. 8 Tahun 2010

Ancaman hukuman berat pun mengintai, termasuk pidana penjara dan denda besar.

Bareskrim Buru Otak Pelaku

Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa pengungkapan ini baru permulaan.

Ia menegaskan bahwa penyidik terus mengembangkan kasus sekaligus memburu Pajero yang diduga mengendalikan jaringan.

Selain itu, polisi juga akan menelusuri aliran dana untuk membongkar aset serta jaringan yang lebih luas. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi
3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:06 WIB

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Minggu, 13 September 2026 - 15:40 WIB

Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terbaru

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xbox Resmi Ambil Alih Penerbitan Game PHYSINT

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:43 WIB

 Kelangkaan komponen optical drive mengancam ketersediaan disc drive eksternal pada konsol masa depan Sony dan Microsoft. Simak dampak krisis pasokan media fisik ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan Komponen Optical Drive Ancam Masa Depan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:30 WIB