Ruko di Ancol Diduga Jual Ompreng MBG Berlabel Halal dan SNI Palsu, BGN Angkat Bicara

Selasa, 4 November 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis di sekolah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Ompreng untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga palsu membuat heboh Istana. Skandal alat makan MBG juga ikut bikin publik geram.

Sebuah ruko di kawasan Ancol, Jakarta Utara, digerebek Polres Metro Jakarta Utara karena diduga menjual ompreng MBG dengan label halal dan SNI palsu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengungkapan ini langsung memicu reaksi keras dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan pihaknya tidak akan kompromi soal kualitas dan standar produk dalam program MBG.

“BGN tetap pada prinsip, semua harus ber-SNI dan bersertifikasi halal,” tegas Nanik, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 28 Agustus 2025: Hujan Ringan hingga Sedang Saat Demo Buruh

Menurut Nanik, dugaan pemalsuan ini mutlak menjadi ranah penegakan hukum. Karena itu, ia menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian.

Kalau pemalsuan SNI, itu ranah polisi,” ucapnya lugas.

Polisi Dalami Modus Pemalsuan

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara menggerebek sebuah ruko di Pademangan, Ancol. Ruko itu diduga menjadi tempat produksi dan distribusi food tray/ompreng MBG dengan label halal serta SNI palsu.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno, menyebut pihaknya masih mendalami laporan tersebut.

Baca Juga :  Uni Eropa: Sanksi Resmi bagi Pemimpin Hamas

“Masih kita dalami informasi itu berdasarkan aduan,” jelasnya.

Dugaan sementara, ompreng tersebut merupakan barang impor dari China yang kemudian ditempeli:

  • Label Made in Indonesia palsu
  • Logo SNI palsu
  • Logo BGN tanpa izin

Aksi licik itu dilakukan demi mengelabui publik bahwa produk tersebut resmi untuk program MBG.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa program besar seperti MBG bisa dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.

BGN memastikan akan terus memperketat pengawasan dan koordinasi dengan polisi agar pelaku kejahatan di sektor gizi tidak lolos. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
CCTV Bongkar Aksi Tetangga, 11 Emas Warga Sukmajaya Dicuri
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab
Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:23 WIB

CCTV Bongkar Aksi Tetangga, 11 Emas Warga Sukmajaya Dicuri

Berita Terbaru

Pengadilan Tinggi Hong Kong memvonis bersalah dua mantan pemimpin kelompok yang selama puluhan tahun menggelar peringatan tragedi Tiananmen 1989. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Sabtu, 22 Agu 2026 - 16:59 WIB

Game Science mendadak merilis trailer gameplay berdurasi 15 menit untuk Black Myth: Zhong Kui. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Game Science Rilis Trailer Gameplay Black Myth: Zhong Kui

Sabtu, 22 Agu 2026 - 14:30 WIB