Sahroni Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Pelaku Ngaku Pimpinan Langsung Ditangkap

Jumat, 10 April 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Sahroni, KPK gadungan, pemerasan Rp300 juta, Polda Metro Jaya, penipuan pejabat, berita kriminal Jakarta, kasus pemerasan. (Posnews/Ist)

Ahmad Sahroni, KPK gadungan, pemerasan Rp300 juta, Polda Metro Jaya, penipuan pejabat, berita kriminal Jakarta, kasus pemerasan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi nekat penipuan mencatut nama lembaga antirasuah kembali terbongkar.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengaku menjadi korban pemerasan oleh pria yang mengaku sebagai pejabat tinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaku bahkan berani meminta uang hingga Rp300 juta.

Awalnya, pelaku menghubungi Sahroni dengan mengklaim diri sebagai Kepala Biro Penindakan KPK.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, pelaku juga mengatasnamakan pimpinan KPK untuk menekan korban agar segera mentransfer uang.

“Benar, saya diperas seseorang yang mengaku Kabiro Penindakan KPK. Dia meminta Rp300 juta dengan mengatasnamakan pimpinan KPK,” tegas Sahroni, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga :  Polisi Bekuk Dua Pria Bersenpi Rakitan di Kedoya Jakbar Saat Patroli Dini Hari

Namun demikian, Sahroni tak tinggal diam. Ia langsung bergerak cepat dengan mengonfirmasi identitas pelaku ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hasilnya, identitas tersebut dipastikan palsu alias gadungan.

Selanjutnya, KPK berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Sahroni pun resmi melaporkan kasus pemerasan yang dialaminya.

“Setelah saya konfirmasi ke KPK, kami langsung bekerja sama dengan KPK dan Polda Metro Jaya. Alhamdulillah, pelaku yang mengatasnamakan pimpinan KPK berhasil ditangkap tadi malam,” ungkap Sahroni.

Sebelumnya, laporan resmi dilayangkan pada Kamis (9/4/2026) malam. Polisi langsung merespons cepat dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya membekuk pelaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, pihaknya menerima laporan dugaan pengancaman dan pemerasan dari anggota DPR berinisial AS.

Baca Juga :  Bagaimana Gajah Namibia Mendengar Dunia Melalui Kaki dan Belalai?

“Kami menerima laporan pada Kamis, 9 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Laporan terkait pengancaman dan pemerasan,” jelas Budi.

Kini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pelaku lain.

Selain itu, aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku sebagai pejabat lembaga negara tanpa verifikasi resmi.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa modus penipuan dengan mencatut nama institusi negara masih marak terjadi dan menyasar siapa saja, termasuk pejabat publik. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo
Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali
Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia
Cuaca Jabodetabek: Cek Suhu & Potensi Hujan di Kotamu Sebelum Bepergian
Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:40 WIB

Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo

Selasa, 3 November 2026 - 21:26 WIB

Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap

Selasa, 3 November 2026 - 18:47 WIB

Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali

Selasa, 3 November 2026 - 08:26 WIB

Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu

Berita Terbaru

Aparat gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi penolakan konser Andrea Bocelli di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta.

JABODETABEK

Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:40 WIB