POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Serangan drone udara dan laut memicu kecelakaan tragis di perairan Laut Hitam.
Pasalnya, hantaman ledakan tersebut menyebabkan sebuah kapal dagang berbendera Togo karam hingga tenggelam.
Selain itu, insiden mematikan ini berlangsung di Zona Ekonomi Eksklusif milik negara anggota NATO, Bulgaria.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sontak saja, peristiwa ini menimpa kapal kargo ALFA WATAN serta kapal pengangkut gandum bernama ABLE.
Bahkan, ledakan tersebut melukai dua awak kapal ABLE yang membawa muatan gandum.
Sementara itu, tim penyelamat berhasil mengevakuasi seluruh kru kapal ABLE ke tempat aman.
Namun, para petugas masih mencari seluruh awak kapal ALFA WATAN yang menghilang di laut.
Zelenskyy Menuding Rusia Sebagai Dalang Penyerangan
Oleh karena itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa pasukan Rusia memimpin aksi penyerangan gabungan ini.
Di samping itu, Zelenskyy menyatakan bahwa pasukan pertahanan Ukraina tidak melakukan operasi di perairan tersebut.
Meskipun demikian, pihak otoritas Moskow belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan penyerangan kapal sipil ini.
Dengan demikian, Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev menilai serangan ini melanggar hukum internasional secara nyata.
Maka, Radev mengimbau semua pihak untuk menghentikan perang demi mencegah perluasan konflik global.
Dampak Ekonomi dan Eskalasi Keamanan Maritim
Selanjutnya, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengecam keras penyerangan terhadap kapal dagang sipil ini.
Pasalnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut aksi Rusia mengganggu navigasi pelayaran dunia.
Akibatnya, insiden ini meningkatkan biaya asuransi serta biaya transportasi logistik bahan pangan global.
Oleh sebab itu, lembaga keamanan maritim MARISKS meminta para kapten kapal meningkatkan kewaspadaan dari ancaman drone.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













