POSNEWS.CO.ID, ZAPORIZHZHIA – Pasukan Rusia melancarkan serangan bom ke sebuah sekolah di desa Komyshuvakha pada Senin kemarin.
Serangan udara ini menewaskan sedikitnya dua puluh empat warga di wilayah tenggara Ukraina tersebut.
Sementara itu, tim penyelamat mengonfirmasi gugurnya dua anggota regu penolong di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan kronologi pengeboman tersebut melalui akun Telegram pribadinya.
Pasukan Rusia mengincar bangunan sekolah yang berfungsi sebagai pusat distribusi bantuan kemanusiaan warga.
Rentetan Pengeboman Susulan Dan Korban Hilang
Rusia menjatuhkan sembilan bom susulan secara langsung ke arah tempat perlindungan warga.
Namun demikian, puluhan penduduk lokal sedang berkumpul untuk menerima bantuan rutin mingguan tersebut.
Zelenskyy menegaskan bahwa Rusia mengetahui aktivitas kemanusiaan warga di lokasi pengeboman tersebut.
Bahkan, ia menilai aksi ini membuktikan penolakan Rusia terhadap proses deeskalasi dan keadilan.
Sekretaris Dewan Kota Zaporizhzhia Regina Kharchenko mencatat dua puluh tujuh warga masih hilang.
Oleh karena itu, aparat kepolisian bersama regu penyelamat terus menyisir puing bangunan runtuh.
Pelanggaran Setelah Masa Gencatan Senjata Berakhir
Petugas berusaha keras menembus reruntuhan demi menemukan para korban di bawah puing-puing.
Meskipun demikian, foto-foto di lokasi memperlihatkan kehancuran total serta puing-puing bangunan yang menyala.
Insiden maut ini terjadi sehari setelah masa berlaku gencatan senjata enam hari berakhir.
Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump sebelumnya memprakarsai kesepakatan damai lokal tersebut.
Kesepakatan itu bertujuan mengirimkan bantuan serta mengevakuasi warga di wilayah Kherson selatan.
Dengan demikian, ketegangan militer di wilayah Ukraina tenggara kini kembali melonjak tajam.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













