WASHINGTON/LONDON, POSNEWS.CO.ID β Gelombang pengungkapan dokumen Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait Jeffrey Epstein terus memakan korban reputasi. Dokumen terbaru rilis pada Jumat (30/1). Setelah menyoroti komunikasi hangat Elon Musk, berkas ini kini menyeret nama besar politik Inggris: Peter Mandelson.
Mandelson menghadapi pertanyaan baru yang lebih berat. Sebelumnya, pemerintah memecatnya sebagai duta besar Inggris untuk Washington bulan lalu akibat skandal ini. Dokumen tersebut mengungkapkan fakta baru. Epstein mengirimkan transfer bank bernilai ribuan poundsterling kepada suami Mandelson, Reinaldo Avila da Silva, pada tahun 2009 dan 2010.
“Pinjaman” untuk Sekolah Osteopati
Dataset terbaru menunjukkan da Silva mengirim email kepada Epstein pada 7 September 2009. Saat itu, Epstein baru dua bulan bebas dari penjara atas kasus prostitusi anak di bawah umur.
Dalam email tersebut, da Silva meminta Epstein membiayai kursus osteopati dan pengeluaran lainnya.
“Saya baru saja berhasil berbicara dengan kantor biaya di sekolah osteo. Saya mengonfirmasi bahwa biaya tahunan saya adalah Β£3.225,” tulis da Silva. Ia juga melampirkan detail rekening bank.
Epstein merespons pada hari yang sama dengan singkat: “Saya akan mentransfer jumlah pinjaman Anda segera.”
Keesokan harinya, da Silva kembali bertanya mengenai pembayaran Β£10.000. Ia ingin memastikan apakah jumlah itu sudah termasuk biaya sekolah. Epstein menjawab, “termasuk”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Intervensi Mandelson: “Harus Berupa Pinjaman”
Keterlibatan langsung Mandelson dalam korespondensi tersebut semakin memberatkannya. Suaminya mengirimkan detail kursus. Kemudian, Mandelson mengirim email kepada Epstein dengan instruksi spesifik.
“Ingatkan dia. Untuk menghindari pengajuan pajak hadiah (gift-tax), itu harus berupa pinjaman,” tulis Mandelson. Saat itu, ia menjabat sebagai Menteri Bisnis Inggris.
Aliran dana terus berlanjut. Pada April 2010, Epstein memerintahkan akuntannya untuk mengirim $13.000 ke da Silva. Ia juga memberikan instruksi untuk mentransfer $2.000 setiap bulan.
Mandelson Minta Maaf: “Saya Salah Percaya Padanya”
Mandelson mengeluarkan pernyataan penyesalan pada hari Jumat. Ia merespons bukti yang tak terbantahkan ini.
“Saya salah mempercayai Epstein setelah hukumannya. Selain itu, melanjutkan hubungan dengannya setelah masa hukuman tersebut juga merupakan sebuah kesalahan,” kata Mandelson. “Saya meminta maaf tanpa syarat karena melakukan hal itu kepada para wanita dan gadis yang menderita.”
Meski demikian, ia bersikeras tidak pernah terlibat dalam kejahatan Epstein. Ia mengklaim baru mengetahui “kebenaran sebenarnya” setelah kematian pemodal tersebut.
Elon Musk: Rencana Pesta dan Helikopter
Di sisi lain Atlantik, dokumen yang sama juga menekan Elon Musk. Email tahun 2012-2013 menunjukkan komunikasi akrab antara CEO Tesla itu dengan Epstein. Hal ini kontradiktif dengan klaim Musk sebelumnya bahwa ia selalu menolak Epstein.
Dalam pertukaran email, Musk bertanya, “Hari/malam apa yang akan menjadi pesta terliar di pulaumu?” Pertanyaan ini merujuk pada pulau pribadi Epstein, Little St James. Epstein bahkan menawarkan penggunaan helikopternya.
Musk menulis, “Undangan sangat dihargai, tetapi pengalaman pulau yang damai adalah kebalikan dari apa yang saya cari.” Pernyataan ini mengindikasikan keinginannya untuk “melepas penat” dan berpesta.
Fakta-fakta baru ini menempatkan Musk dan Mandelson dalam sorotan tajam. Hal ini membuktikan bahwa jaring pengaruh Epstein menjerat tokoh-tokoh paling kuat di dunia teknologi dan politik. Jangkauannya jauh lebih dalam daripada dugaan publik sebelumnya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















