Soal Laporan Pandji, Muhammadiyah Tegaskan Materi ‘Mens Rea’ Bukan Penistaan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LBH-AP PP Muhammadiyah Taufik Nugroho saat memberi keterangan terkait bantahan pelaporan Pandji Pragiwaksono. (Posnews/Ist)

Ketua LBH-AP PP Muhammadiyah Taufik Nugroho saat memberi keterangan terkait bantahan pelaporan Pandji Pragiwaksono. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH-AP) Muhammadiyah menegaskan pelaporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono tidak mewakili sikap resmi Persyarikatan Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah memastikan tidak pernah mengeluarkan perintah, baik lisan maupun tertulis, untuk melaporkan Pandji ke kepolisian.

Ketua LBH-AP PP Muhammadiyah, Taufik Nugroho, menyebut informasi yang beredar luas di media sosial telah menyesatkan publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan klaim keterlibatan Muhammadiyah dalam pelaporan tersebut tidak memiliki dasar struktural maupun keputusan organisasi.

“Pertama, kami tegaskan bahwa pelaporan tersebut bukan sikap resmi Muhammadiyah,” ujar Taufik kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

Selain itu, Taufik memastikan tidak ada perintah lisan maupun tertulis dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah kepada siapa pun untuk melaporkan Pandji Pragiwaksono ke polisi.

Lebih lanjut, Muhammadiyah menilai materi stand up comedy Pandji dalam pertunjukan ‘Mens Rea’ sebagai kritik yang bersifat membangun, khususnya terkait isu pertambangan.

Baca Juga :  Cara Daftar - Sanggah Bansos 2025 Lewat HP dan Kelurahan, Warga Miskin Wajib Tahu

Namun demikian, Taufik meluruskan informasi yang beredar. Ia menegaskan hingga kini Muhammadiyah belum menerima izin usaha pertambangan (IUP) sebagaimana yang sempat disinggung dalam materi tersebut.

“Faktanya, sampai hari ini Muhammadiyah belum menerima IUP tambang seperti yang dijanjikan pemerintah,” tegasnya.

Selanjutnya, Taufik juga menyoroti penggunaan nama Aliansi Muda Muhammadiyah dalam laporan polisi.

Ia menegaskan organisasi tersebut tidak dikenal dalam struktur resmi Muhammadiyah.

“Dalam struktur Muhammadiyah tidak ada Aliansi Muda Muhammadiyah. Kami menduga ada pihak yang memanfaatkan nama besar Muhammadiyah untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait materi stand up comedy ‘Mens Rea’ yang dituding mengandung unsur penistaan agama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebut laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penghasutan di muka umum dan penistaan agama.

Baca Juga :  TNI Kirim 742 Prajurit untuk Misi Perdamaian PBB di Lebanon pada 22 Mei 2026

“Laporan berkaitan dengan dugaan penghasutan dan penistaan agama dalam acara bertajuk ‘Mens Rea’,” kata Budi, Kamis (8/1/2026).

Pandji dilaporkan dengan sangkaan Pasal 300, Pasal 301, Pasal 242, dan/atau Pasal 243 KUHP. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Sementara itu, kepolisian menegaskan masih melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap barang bukti yang diserahkan pelapor.

“Penyidik akan menganalisis barang bukti dan melakukan klarifikasi. Kami minta masyarakat tetap bijak dan memberi ruang bagi proses hukum,” ujar Budi.

Adapun laporan tersebut diajukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama pihak yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Pelapor menilai materi Pandji memicu kegaduhan dan berpotensi memecah belah masyarakat.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi
3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Minggu, 13 September 2026 - 15:40 WIB

Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB