MADRID, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Spanyol mengambil langkah berani untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital. Perdana Menteri Pedro Sánchez mengumumkan rencana pelarangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun pada Selasa (3/2/2026).
Sánchez menyebut media sosial saat ini sebagai “negara gagal”. Ia menilai banyak pihak mengabaikan hukum dan membiarkan kejahatan terus terjadi di sana. “Kita tidak akan membiarkan anak-anak menjelajahi ruang yang tidak aman sendirian,” tegas Sánchez di KTT Pemerintahan Dunia, Dubai.
Ketegangan Diplomatik Sánchez vs Elon Musk
Usulan ini langsung memicu reaksi keras dari pemilik platform X, Elon Musk. Perselisihan memanas setelah Sánchez mengkritik Musk karena menyebarkan disinformasi melalui X. Kritik tersebut merujuk pada kebijakan imigrasi Spanyol yang baru saja melegalkan 500.000 pekerja asing.
Musk merespons lewat unggahan X dengan menyebut Sánchez sebagai “tiran kotor” dan “pengkhianat rakyat”. Tak lama kemudian, Musk kembali menyerang dengan menyebut sang Perdana Menteri sebagai “totaliter fasis sejati”. Hingga kini, Google, TikTok, Snapchat, dan Meta belum memberikan komentar resmi terkait rencana tersebut.
Tren Global dan Perlindungan Anak
Langkah Spanyol ini menambah daftar negara yang bersikap keras terhadap platform teknologi. Yunani kabarnya akan segera mengumumkan larangan serupa untuk anak di bawah 15 tahun. Sebelumnya, Australia menjadi negara pertama yang melarang akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
Parlemen Prancis juga sedang memproses undang-undang untuk melarang anak di bawah 15 tahun menggunakan media sosial. Inggris tengah mempertimbangkan langkah serupa. Para regulator global kini semakin khawatir terhadap dampak waktu layar (screen time) bagi kesehatan mental remaja.
Kekhawatiran terhadap Konten AI dan Disinformasi
Munculnya konten buatan kecerdasan buatan (AI) memperkeruh perdebatan ini. Publik mengecam laporan mengenai chatbot AI milik Musk, Grok, yang menghasilkan gambar seksual non-konsensual. Parahnya, gambar tersebut menyasar anak di bawah umur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sánchez menyatakan jaksa penuntut akan menyelidiki potensi pelanggaran hukum oleh Grok, TikTok, serta Instagram. Juru bicara pemerintah menyebutkan bahwa pemerintah akan mengimplementasikan larangan ini melalui revisi RUU perlindungan digital. Saat ini, parlemen sedang membahas draf tersebut. Jajak pendapat Agustus lalu menunjukkan 82% warga Spanyol mendukung larangan media sosial bagi anak di bawah 14 tahun.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















