Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Selama beberapa tahun terakhir, berbagai produk berlabel superfood mulai memenuhi rak supermarket di kota-kota besar. Pemasaran masif meyakinkan banyak orang bahwa kesehatan optimal hanya bisa mereka capai dengan pangan impor mahal. Padahal, nutrisi premium tidak selalu harus datang dari luar negeri dengan harga tinggi.

Para ahli gizi kini mulai meluruskan persepsi masyarakat tersebut. Sebenarnya, istilah superfood bukanlah kategori medis resmi. Sebaliknya, istilah ini hanyalah teknik pemasaran untuk menggambarkan makanan dengan kepadatan nutrisi luar biasa. Kabar baiknya, pasar tradisional Indonesia menyediakan banyak “harta karun” nutrisi ini dengan harga yang jauh lebih murah.

Mendefinisikan Ulang “Superfood” Lokal

Sudah saatnya kita menggeser fokus dari pangan luar negeri menuju potensi lokal. Mengapa kita harus mencari kale jika pasar menyediakan daun singkong atau daun kelor? Selain itu, laut kita juga menawarkan ikan kembung yang mengandung lemak sehat setara dengan ikan salmon.

Baca Juga :  Membedah Banalitas Kejahatan di Era Digital

Memilih pangan lokal bukan hanya soal menghemat uang. Lebih dari itu, rantai distribusi yang pendek menjamin kesegaran bahan pangan tersebut. Oleh karena itu, nutrisi dalam makanan tetap terjaga secara maksimal sebelum sampai ke meja makan. Dengan demikian, pangan lokal sering kali lebih berkualitas daripada produk impor yang menempuh perjalanan jauh.

Daftar Unggulan: Kekuatan Gizi di Sekitar Kita

Beberapa bahan pangan asli Indonesia terbukti secara ilmiah memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi:

  1. Tempe (Probiotik & Protein Nabati): Tubuh dapat mencerna protein tinggi dalam tempe dengan sangat mudah. Selain itu, proses fermentasi kedelai menghasilkan probiotik alami yang memperkuat sistem imun dan kesehatan usus.
  2. Daun Kelor (The Miracle Tree): Kelor mengandung vitamin C tujuh kali lebih banyak daripada jeruk. Bahkan, kandungan kalsiumnya empat kali lebih tinggi dari susu. Antioksidannya juga efektif melawan peradangan kronis dalam tubuh.
  3. Ikan Kembung (Raja Omega-3): Ikan kembung ternyata memiliki asam lemak Omega-3 yang lebih tinggi daripada ikan salmon. Tentunya, nutrisi ini sangat krusial untuk menjaga kesehatan otak dan jantung Anda.
  4. Ubi Ungu: Pangan ini kaya akan antosianin sebagai antioksidan kuat. Alhasil, zat alami tersebut mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Baca Juga :  Starmer Minta Maaf Soal Mandelson dan Pertahankan Kepala Staf

Dampak Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan

Pilihan untuk mengonsumsi superfood lokal memberikan dampak luas bagi lingkungan. Hal ini terjadi karena pangan lokal memiliki “jejak karbon” yang jauh lebih rendah. Kita tidak membutuhkan transportasi lintas samudra yang membuang banyak emisi gas buang.

Selain itu, setiap rupiah belanja kita langsung membantu ekonomi petani dan nelayan lokal. Langkah ini secara otomatis memperkuat ketahanan pangan nasional. Pada akhirnya, kita memastikan ekosistem ekonomi di wilayah pedesaan tetap berputar secara sehat dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut
Polisi Gagalkan Peredaran 3.000 Butir Ekstasi di Jakarta Barat, 2 Kurir Diciduk

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB