Starmer Minta Maaf Soal Mandelson dan Pertahankan Kepala Staf

Jumat, 6 Februari 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi Eropa bersatu. Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Ukraina membahas langkah darurat untuk memproduksi sistem penangkis rudal hipersonik Rusia. Dok: Istimewa.

Koalisi Eropa bersatu. Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Ukraina membahas langkah darurat untuk memproduksi sistem penangkis rudal hipersonik Rusia. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Kantor Perdana Menteri Inggris (Downing Street) secara resmi menolak seruan untuk mencopot Morgan McSweeney dari jabatannya. Pihak pemerintah bersikeras bahwa kepala staf senior tersebut masih memegang kepercayaan penuh dari Perdana Menteri Keir Starmer.

Langkah ini muncul di tengah kemarahan anggota parlemen Partai Buruh yang semakin meningkat. Mereka frustrasi menunggu perilisan dokumen terkait penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar AS yang kontroversial. Beberapa anggota parlemen memperingatkan bahwa kegagalan Starmer untuk melakukan perombakan tim akan membuat posisinya sendiri terancam.

Permintaan Maaf di Tengah Badai

Dalam sebuah pidato di Hastings pada Kamis (5/2/2026), Keir Starmer mencoba mengambil inisiatif untuk memulihkan citranya. Ia menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada para korban Jeffrey Epstein. Starmer mengaku menyesal telah mempercayai Mandelson yang memiliki hubungan dekat dengan terpidana kejahatan seks anak tersebut.

“Saya minta maaf karena telah mempercayai kebohongan Mandelson dan menunjuknya,” ujar Starmer dengan nada getir. Ia mengakui bahwa para korban telah mengalami trauma yang sulit dibayangkan. Meski demikian, Starmer menghindari pertanyaan mengenai alasan mengapa ia tetap menyetujui penunjukan itu padahal hubungan Mandelson dan Epstein sudah menjadi rahasia umum.

Penundaan Dokumen dan Investigasi Polisi

Rencana pemerintah untuk merilis dokumen pengecekan latar belakang (vetting) Mandelson menemui hambatan baru. Kepolisian Metropolitan (Scotland Yard) memperingatkan bahwa beberapa informasi tersebut dapat memengaruhi penyelidikan kriminal yang sedang berjalan. Polisi saat ini tengah menyelidiki apakah Mandelson membocorkan informasi pasar yang sensitif saat menjabat sebagai menteri.

Meskipun polisi hanya keberatan terhadap perilisan sekitar 10 dokumen, para pejabat memperkirakan proses peninjauan ulang akan memakan waktu berminggu-minggu. Komite Intelijen dan Keamanan (ISC) parlemen kini memegang kendali atas dokumen tersebut. Mereka akan menentukan bagian mana yang boleh dipublikasikan atau harus disensor demi kepentingan keamanan nasional.

Baca Juga :  Mengapa Deadlift Adalah Tolok Ukur Kekuatan Sejati

Pemberontakan Internal dan Reaksi Pasar

Di dalam Partai Buruh, kesabaran para politisi senior mulai habis. Mantan Wakil Ketua Partai Buruh, Harriet Harman, mendesak Starmer untuk berhenti menyalahkan Mandelson dan mulai mengambil tanggung jawab penuh. Ia menyarankan Starmer untuk segera melakukan “reset” atau pengaturan ulang pada tim internalnya di Downing Street.

Ketidakpastian politik ini juga mulai memicu kekhawatiran di sektor ekonomi. Biaya pinjaman jangka panjang Inggris melonjak ke level tertinggi sejak anggaran terakhir. Para pelaku pasar mulai bereaksi terhadap kemungkinan adanya pergantian kepemimpinan di Downing Street. Starmer mendesak para anggotanya untuk kembali fokus pada isu biaya hidup, namun spekulasi mengenai masa depannya terus mendominasi ruang publik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Berita Terbaru