Tambang Emas Ilegal di Way Kanan Dibongkar, Polisi Ciduk 14 Tersangka – Kerugian Negara Rp1,3 T

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Polda Lampung mengamankan ekskavator dan mesin tambang saat menggerebek tambang emas ilegal di Way Kanan. (Posnews/Ist)

Polisi Polda Lampung mengamankan ekskavator dan mesin tambang saat menggerebek tambang emas ilegal di Way Kanan. (Posnews/Ist)

 

LAMPUNG, POSNEWS.CO.ID – Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) membongkar praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) yang beroperasi masif di Kabupaten Way Kanan.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 24 orang dan menetapkan 14 orang sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolda Lampung Helfi Assegaf mengumumkan langsung pengungkapan kasus tambang emas ilegal itu dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Selasa (10/3/2026). Ia didampingi Andrian Susanto, Wakapolda Lampung Sumarto, serta David Medion.

Kapolda menegaskan, Polda Lampung menindak tegas praktik pertambangan ilegal karena aktivitas tersebut merusak lingkungan sekaligus merugikan negara dalam jumlah besar.

“Ditreskrimsus Polda Lampung menggelar operasi pada Minggu (8/3) dan mengamankan 24 orang dari lokasi tambang emas ilegal di lahan milik PT Perkebunan Nusantara VII Regional 7 di Kabupaten Way Kanan. Dari pemeriksaan, kami menetapkan 14 orang sebagai tersangka, sementara 10 lainnya masih berstatus saksi,” tegas Kapolda.

Polisi Gerebek 7 Lokasi Tambang Ilegal

Polisi menggerebek tujuh titik tambang emas ilegal di wilayah Blambangan Umpu yang berada di area Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan PTPN VII.

Lokasi tambang ilegal tersebut berada di sejumlah titik, antara lain:

  • Jalan Lintas Sumatera Sungai Betih
  • Desa Lembasung
  • Jalan Lintas Martapura KM 6 dan KM 9
  • Area sekitar aliran Sungai Betih
Baca Juga :  Gelar Perkara Senin 15 Desember, Roy Suryo Cs Siap Bongkar Bukti Kasus Ijazah Jokowi

Saat operasi berlangsung, petugas menemukan aktivitas tambang yang menggunakan alat berat serta mesin pengolah emas dalam jumlah besar.

Polisi Sita Puluhan Ekskavator

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita berbagai alat berat dan peralatan tambang yang para pelaku gunakan untuk menambang emas secara ilegal.

Adapun barang bukti yang polisi amankan meliputi:

  • 41 unit ekskavator (7 unit sudah diamankan di Polda Lampung, 2 unit dalam perjalanan, dan 32 unit masih berada di lokasi)
  • 24 unit mesin dompeng/alkon
  • 47 jerigen berisi solar
  • 17 unit sepeda motor
  • 1 unit mobil operasional

Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas tambang ilegal itu berlangsung secara masif dan terorganisir.

Tambang Ilegal Beroperasi 1,5 Tahun

Hasil penyelidikan sementara mengungkap aktivitas PETI di Way Kanan telah berjalan sekitar 1,5 tahun dengan luas area tambang mencapai sekitar 200 hektare.

Kapolda menjelaskan, keuntungan dari tambang ilegal tersebut sangat besar.

Jika 315 mesin tambang masing-masing menghasilkan sekitar 5 gram emas per hari, para pelaku dapat memproduksi sekitar 1.575 gram emas setiap hari.

Dengan asumsi harga emas sekitar Rp1,8 juta per gram, para pelaku meraup sekitar Rp2,8 miliar per hari atau sekitar Rp73,7 miliar per bulan.

Kapolda menegaskan, jika dihitung secara keseluruhan, aktivitas tambang ilegal tersebut berpotensi merugikan negara lebih dari Rp1,3 triliun.

Baca Juga :  Sekolah Diduga Ilegal, SMK IDN Jonggol Siap Ditutup Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar

Tersangka Terancam 5 Tahun Penjara

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 158 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara.

Para pelaku terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda hingga Rp100 miliar.

Selain memproses pidana, Polda Lampung berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menghitung kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal tersebut.

Polisi menduga para pelaku menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida dalam proses pemurnian emas.

Polisi Buru Cukong Tambang

Kapolda menegaskan, penyidikan kasus ini tidak berhenti pada para pekerja tambang. Polisi akan terus mengembangkan perkara untuk mengungkap kemungkinan adanya cukong atau jaringan besar di balik operasi tambang emas ilegal tersebut.

“Polda Lampung berkomitmen menindak tegas segala bentuk pertambangan tanpa izin. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas tambang ilegal karena selain melanggar hukum juga merusak lingkungan,” tegas Kapolda.

Selain itu, polisi mengajak masyarakat di Lampung untuk aktif melaporkan aktivitas pertambangan ilegal demi menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat penegakan hukum di daerah tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jumat Keliling di Bengkulu, SIM hingga Knalpot Brong Jadi Sorotan
Buron Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya
Panik Diperiksa Polisi di Tol, Guru Ngaji Diduga Tabrak Dua Petugas
Kontak Tembak di Yahukimo, TNI Temukan Senjata Rakitan dan Amunisi
Mengaku Polisi, Pelaku Culik Pria dan Minta Tebusan Rp10 Juta
Kasus Penyadapan Listyo Sigit, Polri Bentuk Tim Khusus Dipimpin Kabareskrim
Maulid Berujung Bentrokan di Pidie, Satu Warga Meninggal Dunia
Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lapak Sabu di Tanah Abang

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:19 WIB

Jumat Keliling di Bengkulu, SIM hingga Knalpot Brong Jadi Sorotan

Jumat, 6 November 2026 - 14:28 WIB

Buron Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya

Jumat, 6 November 2026 - 13:48 WIB

Panik Diperiksa Polisi di Tol, Guru Ngaji Diduga Tabrak Dua Petugas

Jumat, 6 November 2026 - 10:19 WIB

Kontak Tembak di Yahukimo, TNI Temukan Senjata Rakitan dan Amunisi

Jumat, 6 November 2026 - 07:44 WIB

Mengaku Polisi, Pelaku Culik Pria dan Minta Tebusan Rp10 Juta

Berita Terbaru

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

NASIONAL

Istana Waspada, Kasus Penyadapan Prabowo Masuk Babak Baru

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:28 WIB

Kelangkaan NVIDIA RTX 50 Series mendorong produsen GPU di Asia kembali memasarkan RTX 3060 dan RTX 3050. Simak ulasan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan RTX 50 Dorong Produsen Memproduksi Seri 30

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:29 WIB