JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya menggulung ratusan pelaku tawuran yang membuat resah masyarakat dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026.
Selama sepekan operasi, polisi menangkap 105 pelaku tawuran di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat, serta menyita puluhan senjata tajam berbahaya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin menegaskan, penindakan ini merupakan hasil operasi serentak yang digelar sejak 28 Januari hingga 11 Februari 2026.
“Kami mengamankan total 105 orang. Sebanyak 14 orang diamankan langsung oleh tim Polda Metro Jaya, sedangkan 91 lainnya ditangkap oleh tim di Polres jajaran,” ujar Iman dalam konferensi pers, Rabu (4/2/2026).
Selanjutnya, polisi melakukan pemilahan penanganan terhadap para pelaku. Sebanyak 55 orang menjalani pembinaan, sementara 50 pelaku ditetapkan sebagai tersangka.
Dari jumlah tersangka tersebut, 39 orang berstatus anak di bawah umur.
“Terhadap 50 pelaku tawuran, kami tetapkan sebagai tersangka sesuai perbuatan melawan hukum yang mereka lakukan,” tegas Iman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya menangkap pelaku, Polda Metro Jaya juga menyita 56 bilah senjata tajam dari berbagai lokasi.
Polisi menemukan fakta bahwa sebagian senjata tajam telah dimodifikasi dan tidak lazim digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
“Ini bukan senjata biasa. Kami mendalami proses pembuatannya dan memburu pihak yang memproduksi maupun memperjualbelikan senjata tajam tersebut,” kata Iman.
Senjata Dibuat Dari Alat Rumah Tangga
Lebih lanjut, penyidik mengungkap sejumlah senjata dibuat dari alat-alat rumah tangga atau peralatan tertentu yang dimodifikasi hingga menjadi senjata mematikan.
Polisi kini menelusuri sumber pembuat senjata untuk pengembangan kasus.
Para pelaku yang membawa senjata tajam dijerat Pasal 307 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Sementara itu, pelaku penganiayaan dikenakan Pasal 466 KUHP dan/atau Pasal 262 KUHP.
Selain penindakan, Polda Metro Jaya juga mengedepankan langkah pencegahan. Polisi rutin menggelar patroli wilayah, patroli siber, serta sambang sekolah untuk menekan aksi tawuran.
“Kami mengajak pihak sekolah dan tenaga pendidik aktif melakukan edukasi serta penegakan disiplin. Berikan sanksi tegas kepada siswa yang terlibat tawuran atau tindakan melawan hukum,” pungkas Iman.
Operasi Pekat Jaya ini menegaskan komitmen Polda Metro Jaya menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus melindungi generasi muda dari jerat kekerasan jalanan. (red)
Editor : Hadwan





















