China Perbarui Sistem Eagle Eye untuk Amankan 9,5 Miliar

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi penjaga jalan. Sistem

Teknologi penjaga jalan. Sistem "Eagle Eye Guardian" kini dibekali kemampuan deteksi cuaca ekstrem dan pemantauan berbasis AI guna melindungi jutaan pemudik di jalur darat China. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – China resmi memperbarui sistem peringatan keselamatan jalan “Eagle Eye Guardian” untuk menyambut musim mudik Tahun Baru Imlek. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas di tengah arus mobilitas terbesar di dunia tersebut.

Pembaruan sistem ini merupakan hasil kolaborasi antara Akademi Ilmu Keselamatan Kerja China dan firma navigasi Amap. Selain itu, otoritas memfokuskan peningkatan kemampuan sistem pada deteksi risiko cuaca ekstrem seperti hujan lebat, salju, dan kabut tebal.

Deteksi Cuaca Ekstrem dalam Hitungan Menit

Sistem yang telah ditingkatkan ini mampu mengintegrasikan data dari berbagai sumber meteorologi secara real-time. Bahkan, teknologi AI di dalamnya dapat mendeteksi perubahan cuaca lokal yang mendadak hanya dalam hitungan menit.

Oleh karena itu, sistem akan segera mengirimkan peringatan kepada pengemudi agar mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman. Menariknya, pembaruan ini juga mencakup penyesuaian khusus bagi pengemudi truk besar. Ambang batas peringatan pengereman kini lebih dioptimalkan agar kendaraan berat memiliki waktu reaksi yang lebih panjang saat menghadapi jalanan licin.

Baca Juga :  Polri Demosi Bripka Rohmad 7 Tahun Terkait Kematian Ojol Affan Kurniawan

Kekuatan Infrastruktur 5G dan BeiDou

Keandalan “Eagle Eye Guardian” bergantung sepenuhnya pada infrastruktur jaringan China yang sangat luas. Saat ini, terdapat sekitar 4,838 juta stasiun pangkalan 5G yang mendukung transmisi data cepat di seluruh negeri. Selain itu, sistem ini menggunakan layanan pemosisian presisi tinggi dari Sistem Satelit Navigasi BeiDou.

Pemerintah memprediksi bahwa keselamatan jalan menjadi perhatian utama selama festival musim semi tahun ini. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional memperkirakan total perjalanan akan menembus angka 9,5 miliar. Oleh sebab itu, kesiapan teknologi navigasi menjadi sangat krusial karena mayoritas pemudik memilih mengemudi sendiri menggunakan kendaraan pribadi.

Baca Juga :  Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

AI dan Keamanan Berbasis Awan

Pengemudi yang menggunakan aplikasi Amap akan terhubung secara otomatis ke sistem ini. Saat kendaraan di depan melambat tiba-tiba, sensor akan mendeteksi perubahan tersebut dan mengunggah data anonim ke sistem komputasi awan (cloud).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, model AI akan menilai kondisi jalan secara instan dan mendorong peringatan kepada pengemudi lain yang terdampak. Sejak peluncurannya empat bulan lalu, sistem ini telah mengeluarkan 11,2 miliar peringatan atau rata-rata 88 juta peringatan per hari. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi data besar dan kecerdasan buatan mampu menciptakan lingkungan berkendara yang jauh lebih aman bagi publik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

John Field Bos PT Blueray Menyerahkan Diri ke KPK, OTT Suap Impor Bea Cukai Terbongkar
Rishi Sunak Tegaskan Diri sebagai Warga Inggris Kulit Berwarna
Konsulat Baru di Nuuk Jadi Simbol Perlawanan dan Solidaritas Inuit
Perundingan AS-Iran Berakhir dengan Awal yang Baik
Munajat Keselamatan Bangsa, Presiden Prabowo Bersama 58 Ribu Jamaah di Istiqlal
Parkiran Mal Jadi Lokasi Transaksi, Bareskrim Bongkar Vape Etomidate dari Lapas
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Guyur Jabodetabek 7–8 Februari 2026, Warga Diminta Waspada
Pembunuh Anak Politikus PKS Cilegon Ajukan Praperadilan, Uji Penetapan Tersangka

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:41 WIB

John Field Bos PT Blueray Menyerahkan Diri ke KPK, OTT Suap Impor Bea Cukai Terbongkar

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:28 WIB

Rishi Sunak Tegaskan Diri sebagai Warga Inggris Kulit Berwarna

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:22 WIB

China Perbarui Sistem Eagle Eye untuk Amankan 9,5 Miliar

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:20 WIB

Konsulat Baru di Nuuk Jadi Simbol Perlawanan dan Solidaritas Inuit

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:13 WIB

Perundingan AS-Iran Berakhir dengan Awal yang Baik

Berita Terbaru

Melawan stigma identitas. Mantan PM Inggris Rishi Sunak menegaskan bahwa menjadi

INTERNASIONAL

Rishi Sunak Tegaskan Diri sebagai Warga Inggris Kulit Berwarna

Sabtu, 7 Feb 2026 - 15:28 WIB

Teknologi penjaga jalan. Sistem

INTERNASIONAL

China Perbarui Sistem Eagle Eye untuk Amankan 9,5 Miliar

Sabtu, 7 Feb 2026 - 14:22 WIB

Sinyal kontradiktif dari Muscat. Perundingan nuklir pertama sejak serangan udara Juni 2025 berakhir dengan atmosfer positif, namun Washington langsung menjatuhkan sanksi baru terhadap armada minyak Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perundingan AS-Iran Berakhir dengan Awal yang Baik

Sabtu, 7 Feb 2026 - 12:13 WIB