BEIJING, POSNEWS.CO.ID – China resmi memperbarui sistem peringatan keselamatan jalan “Eagle Eye Guardian” untuk menyambut musim mudik Tahun Baru Imlek. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas di tengah arus mobilitas terbesar di dunia tersebut.
Pembaruan sistem ini merupakan hasil kolaborasi antara Akademi Ilmu Keselamatan Kerja China dan firma navigasi Amap. Selain itu, otoritas memfokuskan peningkatan kemampuan sistem pada deteksi risiko cuaca ekstrem seperti hujan lebat, salju, dan kabut tebal.
Deteksi Cuaca Ekstrem dalam Hitungan Menit
Sistem yang telah ditingkatkan ini mampu mengintegrasikan data dari berbagai sumber meteorologi secara real-time. Bahkan, teknologi AI di dalamnya dapat mendeteksi perubahan cuaca lokal yang mendadak hanya dalam hitungan menit.
Oleh karena itu, sistem akan segera mengirimkan peringatan kepada pengemudi agar mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman. Menariknya, pembaruan ini juga mencakup penyesuaian khusus bagi pengemudi truk besar. Ambang batas peringatan pengereman kini lebih dioptimalkan agar kendaraan berat memiliki waktu reaksi yang lebih panjang saat menghadapi jalanan licin.
Kekuatan Infrastruktur 5G dan BeiDou
Keandalan “Eagle Eye Guardian” bergantung sepenuhnya pada infrastruktur jaringan China yang sangat luas. Saat ini, terdapat sekitar 4,838 juta stasiun pangkalan 5G yang mendukung transmisi data cepat di seluruh negeri. Selain itu, sistem ini menggunakan layanan pemosisian presisi tinggi dari Sistem Satelit Navigasi BeiDou.
Pemerintah memprediksi bahwa keselamatan jalan menjadi perhatian utama selama festival musim semi tahun ini. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional memperkirakan total perjalanan akan menembus angka 9,5 miliar. Oleh sebab itu, kesiapan teknologi navigasi menjadi sangat krusial karena mayoritas pemudik memilih mengemudi sendiri menggunakan kendaraan pribadi.
AI dan Keamanan Berbasis Awan
Pengemudi yang menggunakan aplikasi Amap akan terhubung secara otomatis ke sistem ini. Saat kendaraan di depan melambat tiba-tiba, sensor akan mendeteksi perubahan tersebut dan mengunggah data anonim ke sistem komputasi awan (cloud).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, model AI akan menilai kondisi jalan secara instan dan mendorong peringatan kepada pengemudi lain yang terdampak. Sejak peluncurannya empat bulan lalu, sistem ini telah mengeluarkan 11,2 miliar peringatan atau rata-rata 88 juta peringatan per hari. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi data besar dan kecerdasan buatan mampu menciptakan lingkungan berkendara yang jauh lebih aman bagi publik.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















