TORONTO, POSNEWS.CO.ID – Aksi penembakan misterius kembali mengguncang pusat kota Toronto pada Senin dini hari.
Penembakan Dini Hari di University Avenue
Seseorang melepaskan tembakan ke arah gedung Konsulat Jenderal Amerika Serikat.
Peristiwa ini menandai insiden penembakan kedua dalam empat bulan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas keamanan konsulat mendengar suara letusan senjata sekitar pukul 4.46 pagi.
Polisi segera mendatangi lokasi kejadian di University Avenue.
Petugas menemukan selongsong peluru di sekitar area luar bangunan.
Tembakan tersebut merusak bagian dinding depan gedung konsulat.
Kepolisian Toronto mengonfirmasi ketiadaan korban jiwa dalam insiden ini.
Pengejaran Sedan Putih dan Keterangan Polisi
Saksi mata melihat sebuah sedan putih melarikan diri dari lokasi.
Mobil patroli polisi sempat mengejar kendaraan tersebut dengan kecepatan tinggi.
Namun petugas menghentikan pengejaran demi keselamatan pengguna jalan lain.
Wakil Kepala Polisi Toronto Frank Barredo menyampaikan keterangan resmi.
Barredo menegaskan bahwa tim penyidik sedang mendalami motif penembakan.
Ia memilih tidak membeberkan dugaan keterkaitan dengan kasus sebelumnya.
“Penyelidikan kasus ini masih berada pada tahap awal,” tegas Barredo.
Rekam Jejak Serangan dan Jaringan Pemuda Bayaran
Pelaku juga sempat menembaki gedung konsulat yang sama pada 10 Maret lalu.
Serangan tersebut berbarengan dengan rentetan penembakan di beberapa rumah ibadah.
Otoritas keamanan kemudian memperketat pengawasan di area konsulat AS dan Israel.
Kepolisian Toronto mengungkap temuan mengejutkan pada bulan Juni lalu.
Kelompok tertentu membayar sejumlah pemuda untuk menyerang berbagai target strategis.
Target serangan mencakup rumah ibadah, sekolah Yahudi, hingga konsulat AS.
Polisi telah menangkap tiga tersangka terkait aksi penembakan bulan Maret.
Operasi penangkapan tersebut bahkan merenggut nyawa seorang petugas polisi.
Kecaman Premier Doug Ford dan Koordinasi Diplomasi
Departemen Luar Negeri AS mengapresiasi kerja sama erat bersama otoritas Kanada.
Pihak konsulat tetap membuka layanan diplomatik secara normal bagi publik.
Namun petugas menjadwalkan ulang beberapa layanan konsuler rutin di Toronto.
Premier Ontario Doug Ford melayangkan kecaman keras melalui media sosial X.
Ford juga menyoroti aksi perusakan dua toko roti milik warga Yahudi.
“Saya sangat jijik melihat aksi penembakan dan perusakan ini,” tegas Ford.
Ia mendesak aparat hukum menemukan serta menghukum seluruh pelaku kejahatan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













