SPANYOL, POSNEWS.CO.ID — Performa bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, dalam laga El Clásico baru-baru ini menjadi sorotan tajam. Ketidakmampuannya tampil seperti biasa menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penggemar. Namun, penjelasan seorang pakar kedokteran olahraga ternama, Pedro Ruiz Ripol, kini menjawab misteri tersebut.
Sejak awal musim, Yamal telah menjadi sensasi berkat kecepatan dan tekniknya di sayap kiri. Wajar jika penampilannya yang “menghilang” saat Barcelona takluk 1-2 dari Real Madrid pada 26 Oktober lalu mengejutkan banyak pihak.
Penjelasan Pakar Medis
Dalam sebuah wawancara dengan El Larguero, Ripol mengungkapkan fakta di balik layar. Ia menyebut bahwa performa lemah Yamal terkait langsung dengan cedera pangkal paha yang sedang dialaminya. Menurut sang pakar, talenta muda itu telah bermain sambil menahan rasa sakit selama beberapa minggu terakhir.
“Merawat cedera jenis ini tidak mudah. Jika tim medis tidak menanganinya dengan benar, pemulihannya bisa butuh beberapa bulan,” jelas Ripol. “Cedera ini mengurangi kemampuan pemain untuk bergerak sekitar setengahnya. Kita melihat ini dengan jelas di El Clásico; Yamal terbatas di lapangan, kesulitan dengan tembakannya.”
Ripol menambahkan bahwa meski cedera ini memungkinkan pemain untuk tetap berpartisipasi dalam pertandingan, efektivitas mereka akan berkurang secara signifikan.
Prognosis Pemulihan
Dokter Ripol menegaskan bahwa kondisi ini bersifat sementara dan Yamal tidak menunjukkan tanda-tanda cedera serius yang berkepanjangan. “Yamal memerlukan istirahat untuk pemulihan penuh. Usianya adalah keuntungan besar, tubuhnya pulih dengan cepat,” katanya.
Kabar menyebut staf medis Barcelona akan mengevaluasi kembali kondisi Yamal dalam beberapa hari ke depan. Jika proses pemulihan berjalan lancar, mereka memperkirakan sang pemain dapat kembali ke performa puncak pada bulan Desember.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para penggemar kini merasa khawatir akan kesehatan aset masa depan Barcelona ini. Banyak yang menganggap kehadiran Yamal dalam kondisi prima sebagai pilar penting bagi lini serang tim. Dengan demikian, jelas sudah bahwa penurunan performa di El Clásico murni disebabkan oleh masalah cedera, bukan karena kelelahan atau tekanan psikologis.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















