Transaksi di Perbatasan Bekasi-Jaktim Terendus, 2 Kg Ganja Disita Polisi

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota menunjukkan barang bukti ganja 2 kilogram hasil penangkapan kurir jaringan antarkota. (Posnews/Ist)

Petugas Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota menunjukkan barang bukti ganja 2 kilogram hasil penangkapan kurir jaringan antarkota. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota membongkar peredaran gelap narkotika jenis ganja yang siap beredar di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Polisi langsung meringkus GAG (26) yang diduga menjadi kurir jaringan antarkota.

Kasus ini mencuat setelah warga melaporkan dugaan transaksi narkoba di perbatasan Bekasi–Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satresnarkoba bergerak cepat dan melakukan penyelidikan intensif hingga mengantongi identitas pelaku.

Dibekuk di Matraman, 2 Kg Ganja Disita

Tim Unit 2 Sub 1 Satresnarkoba pimpinan Ipda Dwi Bayu Prihartono melacak dan menangkap GAG di Utan Kayu, Matraman, Minggu (22/2/2026) malam.

Baca Juga :  Kanwil KemenHAM DKI Jakarta Kawal Produk Hukum Daerah Agar Selaras dengan Prinsip HAM

Begitu memastikan target, petugas langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan.

Hasilnya, polisi menemukan dua paket besar ganja dalam kemasan pres warna cokelat.

“Petugas menemukan dua bungkus paket besar berisi ganja dengan berat bruto mencapai 2.059,66 gram atau lebih dari 2 kilogram,” tegas Kasat Narkoba Kompol Untung Riswaji, Rabu (25/2/2026).

Selanjutnya, penyidik mengamankan seluruh barang bukti untuk kepentingan proses hukum.

Pemasok Diburu, Masuk DPO

Dari hasil pemeriksaan awal, GAG mengaku menerima ganja tersebut dari pria berinisial I yang berdomisili di Jakarta Timur.

Baca Juga :  Polisi Libatkan Ahli Forensik Usut Kelayakan Truk Penyebab Kecelakaan di Bekasi

Polisi kini telah mengantongi identitas pemasok dan memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Penyidik terus mengembangkan kasus ini, melacak jalur distribusi, dan memburu pihak yang diduga menerima barang untuk membongkar jaringan narkoba yang lebih luas di Bekasi.

Terancam Hukuman Berat

Penyidik menjerat GAG dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) UU Narkotika, dengan ancaman 5 hingga 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Polisi menegaskan akan terus menggencarkan pemberantasan narkoba demi memutus peredaran gelap dan melindungi generasi muda. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Jemaah Diserang Saat Salat Subuh, Polisi Temukan Kapak, Belati, dan Bensin
200 RW Jakarta Masuk Peta Rawan Banjir, Ini Persiapan BPBD di Februari 2027
Tegur Suami Sering Berjudi, Istri di Cengkareng Diduga Dicekik dan Luka Bakar
Waspada Hujan Ringan di Bogor dan Depok, Bekasi Diprediksi Lebih Panas
Motor Hilang Dijual Rp1 Juta, Polisi Ungkap Rantai Curanmor hingga Penadah
Subuh Bersama Warga, Kapolres Jakut Ingatkan Bahaya Tawuran hingga Narkoba
Kenalan di Instagram Berujung Pencurian Motor, Dua Pria Ditangkap
Cekcok di Majestic Billiard Berlanjut ke Jalan, Pemuda 23 Tahun Tewas

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 20:17 WIB

3 Jemaah Diserang Saat Salat Subuh, Polisi Temukan Kapak, Belati, dan Bensin

Minggu, 8 November 2026 - 16:34 WIB

200 RW Jakarta Masuk Peta Rawan Banjir, Ini Persiapan BPBD di Februari 2027

Minggu, 8 November 2026 - 05:58 WIB

Tegur Suami Sering Berjudi, Istri di Cengkareng Diduga Dicekik dan Luka Bakar

Minggu, 8 November 2026 - 05:31 WIB

Waspada Hujan Ringan di Bogor dan Depok, Bekasi Diprediksi Lebih Panas

Sabtu, 7 November 2026 - 11:43 WIB

Motor Hilang Dijual Rp1 Juta, Polisi Ungkap Rantai Curanmor hingga Penadah

Berita Terbaru

Ai+ Smartphone percepat kenaikan harga ke 11 November 2026 akibat krisis memori. Simak penyebab dan dampaknya bagi harga ponsel. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ai+ Percepat Penyesuaian ke 11 November

Minggu, 8 Nov 2026 - 21:27 WIB