FLORIDA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi membuka jalur komunikasi langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Pembicaraan ini berlangsung di tengah guncangan hebat pada pasar energi dunia akibat eskalasi militer di Timur Tengah.
Trump mengonfirmasi percakapan tersebut saat memberikan keterangan pers di klub golf miliknya di Florida. Oleh karena itu, pertemuan virtual ini menandai upaya serius Washington untuk mencari penyeimbang pasokan energi setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran memicu krisis distribusi minyak di Teluk.
Perang Iran dan Kelumpuhan Selat Hormuz
Pemicu utama diplomasi ini adalah lonjakan harga minyak mentah yang mencapai rekor tertinggi sejak tahun 2022. Pasalnya, penutupan Selat Hormuz telah memaksa para produsen di wilayah Teluk untuk memangkas output secara drastis.
Dalam pernyataan resminya, Vladimir Putin memperingatkan bahwa perang udara di Iran telah memicu krisis ekonomi dunia yang nyata. Putin mengisyaratkan bahwa produksi minyak yang bergantung pada Selat Hormuz bisa terhenti sepenuhnya dalam waktu dekat. Namun demikian, Rusia menyatakan kesiapannya untuk kembali bekerja sama dengan pelanggan di Eropa jika mereka bersedia memulihkan hubungan jangka panjang.
Rencana Pengurangan Sanksi Minyak Rusia
Laporan internal mengungkapkan bahwa administrasi Trump kini sedang mengkaji kebijakan yang sangat sensitif. Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengurangi sanksi minyak terhadap Rusia guna membanjiri pasar dengan pasokan tambahan.
Selanjutnya, kebijakan ini mencakup opsi keringanan tarif bagi negara-negara seperti India agar dapat membeli minyak Rusia tanpa hukuman finansial dari AS. Pekan lalu, Washington bahkan telah memberikan izin sementara bagi India untuk mengimpor minyak mentah Rusia yang sudah berada di laut. Langkah pragmatis ini bertujuan untuk meredam inflasi bensin di Amerika Serikat, meskipun dapat memperumit upaya isolasi ekonomi terhadap Moskow.
Masa Depan Konflik Ukraina
Selain masalah energi, Trump juga mendesak Putin untuk berperan lebih aktif dalam mengakhiri perang di Ukraina. “Putin ingin membantu dalam isu Iran, tapi saya katakan padanya bahwa akan lebih membantu jika perang Ukraina-Rusia segera berakhir,” ujar Trump.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menilai diskusi tersebut berjalan sangat substantif. Menurut Ushakov, Trump memandang penghentian segera konflik Ukraina melalui gencatan senjata sebagai kepentingan nasional Amerika. Pihak Rusia menambahkan bahwa kemajuan militer mereka di lapangan seharusnya mendorong Kyiv untuk segera datang ke meja perundingan guna mencapai penyelesaian jangka panjang.
Pada akhirnya, pertemuan telepon ini membuktikan bahwa krisis energi global mampu mengubah peta aliansi geopolitik secara instan. Dunia kini menanti pengumuman resmi mengenai pelonggaran sanksi Rusia yang petugas prediksi akan terbit pada Senin malam waktu setempat. Langkah ini akan menjadi ujian berat bagi integritas sanksi Barat di tengah kebutuhan mendesak akan stabilitas ekonomi di tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















