Update Terbaru Longsor Cilacap, 11 Korban Tewas – Tim SAR Kerahkan 12 Ekskavator dan 19 K9

Sabtu, 15 November 2025 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR dan K9 mencari korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap. (Posnews/BNPB)

Tim SAR dan K9 mencari korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap. (Posnews/BNPB)

CILACAP, POSNEWS.CO.ID –  Hari ketiga operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, semakin ditingkatkan.

Hasilnya, Tim SAR gabungan kembali menemukan delapan jenazah tertimbun tanah longsor, sehingga total korban tewas kini 11 orang.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, tim pada Sabtu (15/11/2025) siang pukul 18.00 WIB menemukan tujuh jenazah dan dua potongan tubuh yang kemudian diidentifikasi sebagai satu korban.

“Dengan temuan hari ini, jumlah korban tewas longsor Cilacap menjadi sebelas orang. Dua jenazah ditemukan pada hari pertama, satu jenazah pada hari kedua, dan delapan jenazah pada hari ketiga,” jelas Abdul.

Tim SAR Fokus Cari 12 Korban Tertimbun Lainnya

Abdul menambahkan, tim masih memburu 12 korban yang diduga tertimbun. Hingga kini, sebanyak 520 personel SAR gabungan diterjunkan untuk mempercepat operasi penyelamatan.

Baca Juga :  Bencana Maut Sumatera–Aceh, 316 Tewas, 289 Hilang, BNPB: Masih Banyak Wilayah Terisolir

Malam sebelumnya, tim juga menurunkan tujuh unit ekskavator untuk menggali titik-titik terdampak dengan hati-hati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menegaskan penambahan alat berat diperlukan. Ia meminta total 12 unit ekskavator dikerahkan demi mempercepat pencarian korban.

“Lokasi terdampak luas dan timbunan material longsor mencapai 2–8 meter. Jika hanya mengandalkan peralatan sederhana, pencarian akan sangat lambat. Alat berat harus aktif 24 jam, sementara sumber daya manusia bisa bergiliran,” tegas Budi saat meninjau lokasi.

Baca Juga :  Mahasiswa BEM UI Gelar RDPW Hari Ini di DPR, Solidaritas Aktivis Jadi Fokus

K9 Turun Tangan, Temukan Titik-Titik Korban

Selain alat berat, 19 anjing pelacak K9 diterjunkan dari Kantor SAR Semarang, Polda Jateng, dan Polres se-Jawa Tengah. Mayoritas K9 menggunakan ras Belgian Malinois dan German Shepherd dengan kemampuan penciuman khusus untuk operasi SAR.

Buddy, unit K9 dari Polres Temanggung, menemukan empat titik yang diduga terdapat korban tertimbun. Buddy bekerja sama dengan Jack D, K9 milik Polres Cilacap, untuk menandai lokasi-lokasi rawan.

Dengan koordinasi ketat, tenaga SAR berpengalaman, serta dukungan alat berat dan K9, operasi pencarian di Desa Cibeunying terus berjalan, menegaskan upaya maksimal pemerintah dan aparat untuk menyelamatkan korban terdampak longsor. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Krisis Gandum Kyiv-Yerusalem: Ukraina Tuduh Israel Impor Hasil Jarahan Rusia
Raja Charles III Serukan Persatuan di Tengah Keretakan Aliansi AS-Inggris
Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap, Diduga Facelift Ilegal hingga Korban Cacat
Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang Termasuk Petugas Penyelamat
Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta 29 April–3 Mei 2026, BPBD Minta Warga Waspada Banjir
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka TPPU Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota Terseret
Trump Sebut Iran dalam Kondisi Runtuh Saat Harga Minyak Melambung
Facebook Dipenuhi Gambar Palsu Tersangka Penembakan Trump

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:30 WIB

Krisis Gandum Kyiv-Yerusalem: Ukraina Tuduh Israel Impor Hasil Jarahan Rusia

Rabu, 29 April 2026 - 19:56 WIB

Raja Charles III Serukan Persatuan di Tengah Keretakan Aliansi AS-Inggris

Rabu, 29 April 2026 - 19:03 WIB

Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap, Diduga Facelift Ilegal hingga Korban Cacat

Rabu, 29 April 2026 - 18:53 WIB

Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang Termasuk Petugas Penyelamat

Rabu, 29 April 2026 - 18:47 WIB

Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta 29 April–3 Mei 2026, BPBD Minta Warga Waspada Banjir

Berita Terbaru