Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 59 Santri Masih Terjebak Reruntuhan

Kamis, 2 Oktober 2025 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan membersihkan reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, evakuasi korban 14 meninggal. Dok: Tim SAR

Tim SAR gabungan membersihkan reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, evakuasi korban 14 meninggal. Dok: Tim SAR

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID – Tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, makin menyesakkan dada. Hingga Rabu (1/10/2025) malam, BNPB mencatat 59 santri masih terjebak di bawah reruntuhan beton.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan data itu bersumber dari absensi pondok pesantren dan laporan kehilangan keluarga.

“Sampai pukul 23.00 WIB, ada 59 orang belum keluar dari reruntuhan. Data ini bisa berubah karena ada yang selamat, tapi belum melapor,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim SAR gabungan bergerak tanpa henti di hari ketiga pencarian. Mereka berhasil mengevakuasi lima korban dalam kondisi hidup, meski satu kritis dan langsung dirujuk ke RSUD Sidoarjo.

Baca Juga :  Update Longsor Cilacap: 2 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Kejar 5 Korban Yang Hilang

Namun, upaya itu juga menemukan dua jenazah tertimbun. Total korban meninggal dunia kini bertambah jadi lima orang. Jenazah dibawa ke RS Siti Hajar untuk identifikasi.

Asesmen Ulang dan Ancaman Kebakaran

Operasi penyelamatan berjalan penuh risiko. Tim SAR melakukan asesmen ulang karena masih mendeteksi tanda-tanda kehidupan dari satu korban di ruang sempit reruntuhan. Kondisi bangunan yang rapuh membuat penggunaan alat berat sangat berbahaya.

“Struktur bangunan labil. Kalau dipaksa pakai alat berat, bisa memicu runtuhan baru bahkan percikan api dari gesekan besi yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegas Abdul.

Baca Juga :  Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia

Karena itu, tim gabungan BNPB, Basarnas, dan Pemprov Jatim memilih teknik manual dengan strategi khusus demi keselamatan korban maupun petugas.

Jika tanda-tanda kehidupan benar-benar hilang, BNPB bersama Basarnas akan bermusyawarah dengan keluarga korban sebelum menurunkan alat berat untuk mengangkat seluruh puing. Harapannya, seluruh korban dapat ditemukan, baik selamat maupun meninggal.

Mau saya bikinkan juga versi singkat 5–6 paragraf supaya lebih padat dan cocok buat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangki Mobil Dimodifikasi, Pria di Blitar Diduga Kumpulkan 1.000 Liter BBM Tiap Pekan
Masih Berstatus Pelajar, Tiga Remaja di Dompu Diamankan dalam Kasus Sabu
Misteri Maut di Toboali: Ngobrol Santai Berujung Timah Panas, Pelaku Diburu
Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan
Dapur Nelayan Terancam Cuaca Buruk, Kapolda Bengkulu Sigap Turun ke Lapangan
Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Mengaku Terinspirasi Film
481 Siswa Dramaga Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Ambil Langkah Ini
Vila di Bali Diduga Jadi Markas Pinjaman Daring, 17 WNA Diamankan Imigrasi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Tangki Mobil Dimodifikasi, Pria di Blitar Diduga Kumpulkan 1.000 Liter BBM Tiap Pekan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Masih Berstatus Pelajar, Tiga Remaja di Dompu Diamankan dalam Kasus Sabu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Misteri Maut di Toboali: Ngobrol Santai Berujung Timah Panas, Pelaku Diburu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Dapur Nelayan Terancam Cuaca Buruk, Kapolda Bengkulu Sigap Turun ke Lapangan

Berita Terbaru