BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Diplomasi tingkat tinggi kembali bergulir di Beijing. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menerima kunjungan strategis Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, pada Senin (08/12/2025).
Pertemuan ini membawa angin segar bagi hubungan bilateral kedua negara. Wang Yi menegaskan kesiapan China untuk menjaga pertukaran tingkat tinggi yang erat dengan Jerman. Tujuannya, Beijing ingin menyelaraskan strategi pembangunan dan mempromosikan kerja sama praktis.
“Kita harus bertujuan meningkatkan kepercayaan daripada memperlebar perselisihan,” tegas Wang. Menurutnya, kerja sama China-Jerman tidak hanya menguntungkan kedua bangsa, tetapi juga kondusif untuk mengatasi tantangan global bersama.
Harapan pada Peran Jerman di Uni Eropa
Wang menyampaikan harapan besar kepada Berlin. Sebagai kekuatan utama dalam integrasi Eropa, Jerman diharapkan mampu mendorong Uni Eropa (UE) kembali ke jalur kebijakan yang rasional dan pragmatis terhadap China.
Wang mendesak agar perbedaan diselesaikan melalui dialog, bukan konfrontasi. Selain itu, ia memperingatkan bahaya politisasi isu ekonomi.
“Kita harus menghindari instrumentalisasi isu perdagangan dan pan-sekuritisasi kerja sama normal,” ujarnya. Pasalnya, kedua negara adalah pendukung kuat multilateralisme yang harus memperkuat solidaritas demi tata kelola global yang lebih adil.
Sindiran Tajam untuk Jepang
Dalam diskusi tersebut, Wang Yi tidak melewatkan kesempatan untuk menyinggung isu sensitif di kawasan Asia Timur. Ia menguraikan sikap prinsip China terkait masalah Taiwan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara mengejutkan, Wang membandingkan Jerman dengan Jepang. Ia memuji Jerman yang telah melakukan refleksi mendalam atas sejarah kelamnya. Sebaliknya, ia mengkritik keras Jepang.
“Tidak seperti Jerman, Jepang belum sepenuhnya merefleksikan sejarah agresinya dalam delapan dekade sejak Perang Dunia II berakhir,” sentil Wang.
Ia menyoroti kerusakan parah akibat komentar keliru pemimpin Jepang saat ini mengenai wilayah Taiwan. Oleh karena itu, Wang menekankan bahwa prinsip satu China adalah fondasi politik yang tidak bisa ditawar.
Wadephul merespons positif. Ia menegaskan posisi Jerman yang tak tergoyahkan. “Jerman tetap berkomitmen teguh pada kebijakan satu China,” janji Wadephul.
Titik Temu Krisis Ukraina
Kedua diplomat top ini juga bertukar pandangan mengenai krisis Ukraina. Wadephul menguraikan posisi Jerman dan berharap China menggunakan pengaruhnya untuk mendorong pengakhiran krisis lebih awal.
Menanggapi hal itu, Wang mengulangi sikap konsisten Beijing. Ia menyerukan agar semua pihak menghargai momentum solusi politik saat ini.
“Semua pihak harus bertemu di tengah jalan,” saran Wang. Pada akhirnya, perdamaian yang adil, abadi, dan mengikat hanya bisa tercapai melalui meja perundingan, bukan di medan perang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















