JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI siap menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan.
Namun, kebijakan ini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat yang tengah mengkaji langkah efisiensi energi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.
“Secara prinsip, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti arahan pemerintah pusat,” tegas Pramono di DPRD DKI Jakarta, Senin (30/3/2026).
WFH Jadi Strategi Hemat Energi Nasional
Pemerintah pusat kini serius mengkaji WFH sebagai solusi menekan konsumsi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap gejolak global yang berdampak pada pasokan dan harga energi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut WFH bisa menjadi langkah efektif tanpa mengorbankan produktivitas.
“WFH tidak akan mengganggu produktivitas jika diterapkan dengan tepat,” ujarnya usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rabu Dicoret, Jumat Jadi Opsi Kuat
Meski siap menerapkan WFH, Pemprov DKI memastikan kebijakan itu tidak akan berlaku pada hari Rabu.
Pasalnya, hari tersebut sudah ditetapkan sebagai hari wajib naik transportasi umum bagi ASN.
Sebagai gantinya, pemerintah mengkaji hari lain—dengan Jumat menjadi opsi paling realistis.
“Kalau dipilih hari Jumat, itu hari pendek, sehingga berpotensi menghemat BBM,” jelas Purbaya.
Efek Ganda: Kurangi Macet dan Polusi
Jika resmi diterapkan, kebijakan WFH diprediksi memberi dampak signifikan:
- Mengurangi kemacetan di Jakarta
- Menekan konsumsi BBM harian
- Mengurangi emisi polusi udara
- Meningkatkan efisiensi kerja ASN
Dengan kata lain, WFH bukan sekadar kebijakan kerja, tetapi juga strategi lingkungan dan energi.
Pemprov Siap Eksekusi Kapan Saja
Pramono menegaskan Pemprov DKI hanya tinggal menunggu keputusan pusat. Begitu aturan resmi keluar, implementasi akan langsung dijalankan.
“Kami tinggal menunggu keputusan. Kalau sudah ditetapkan, kami langsung jalankan di luar hari Rabu,” ujarnya.
Kebijakan ini berpotensi menjadi perubahan besar dalam pola kerja ASN di Jakarta.
Jika sukses, bukan tidak mungkin WFH satu hari akan menjadi standar baru di tengah tantangan energi global. (red)
Editor : Hadwan



















